Langsung ke konten utama

CATATAN - PERTAMAKU

Beliaku malu ingat yang ku kagumi
Di bawah pohon palem
Anak laki-laki itu bersenda gurau
Matanya khas bajunya bersih
Kedua pipinya masih menggemaskan
Tubuhnya tinggi dengan rambut yang lebat

Sepertinya masih dua belas masa itu
Aku di depan kelas terhenti pandangan
Sepertinya kenal tapi apa iya?
Diperhatikan lagi anak lelaki itu

Perkataannya ramah dan bersahabat
Terkadang coba melucu walau tidak benar lucu
Terkadang menghampiri utarakan ajakan
Hal yang belum dicoba
Di sudut kecil dalam hati
Asal dengannya akan menyenangkan

Buah ini tidak jadi manis di ujung belia
Hingga penyesalanku belum pernah jujur padanya
Apa yang dirasakan dalam waktu cukup lama

Kita pernah bersama saat tujuh belas
Sepertinya hampir sembilan tahun
Dan bisa di tambah tiga tahun lagi
Sayangnya lokasi sama tapi tidak pernah bertemu

Anak lelaki itu
Yang pernah buatku berkeringat gugup walau cuaca tak panas
Yang buatku kaku hanya untuk berkata iya
Yang menyulitkan hatiku karena malu
Yang mudah buatku salah tingkah setiap bertemu

Kamu mungkin hanya bagian cerita laluku
Kamu pertamaku
Di usia belia pertama kalinya aku tertarik
Kamu pertamaku
Mungkin suatu waktu bisa bertemu


Created by: Ismi for 'Y'

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN - DARI MEREKA YANG BERPISAH

Dia mendengar dalam bingung Terlebih takut hadapi rasa bersalah Aku berkata dalam ego Dari banyak kecewa yang terpendam Dia dan aku, Berjalan bersama di sisi berbeda Tanpa menoleh satu sama lain Bersama namun sepi Apa yang di tunggu di sana Setiap langkahnya hanya bawa luka Tawa dahulu semakin tertinggal saja Dan kian merunduk menutupi duka Berapa lama lagi berjalan? Siapa yang mampu lagi? Sesungguhnya tidak ada Karena tanpa diduga Mungkin di sana hanya sebuah jalan buntu Mungkin di sana hanya jalan terputus ngarai Aku semakin sedih Dia semakin menyesal Tidak mudah berpisah Namun bukannya itu yang terbaik? Jalan yang sulit dipilih Tapi mungkin berpisahlah, jalan untuk saling menyelamatkan Created by : Ismi

SURAT 2025 (1) SURAT UNTUK SI PERTAMA

Cinta itu rumit Cinta bisa menghancurkan sehancur-hancurnya, medatangkan gelap gulita, membuat tidak bisa melihat jalan ke luar. Cinta juga bisa menghangatkan, seperti terang benderang yang menbutakan, hati yang bimbang akan benar dan salah, kebahagian yang bisa melupakan nurani. Cinta bisa menyembuhkan dan meracuni. Aku membaca kembali lembaran-lembaran tulisanku di tahun 2011 yang masih banyak tentangmu. Mungkin kamu bukan cinta. Kami si pertama untukku. Tidak lagi kuceritakan awal mulai, sudah banyak pada lembaran lain di lampau. Tapi kali ini, mengingatmu kembali seperti pada cerita-cerita sebelumnya. Sekali lagi ku tulis, "Apa kabar?"

CATATAN : DEWASANYA CINTA

Sulit pada kata, juga sulit bersikap Sulit menerka, bahkan lebih sulit memulai Dewasa cinta dalam insan yang masih rindu bunga Akhirnya berujung lamunan berandai-andai Hambar pada rasa, juga hilang asa Hambar pada jiwa, bahkan mungkin mati rasa Begitu? harapan yang pudar pada uap cermin yang masih memantulkan bayangan Berawal jadi nampak semu Sedih pada masa lalu, juga terbawa hingga kini Sedih saat ini, bahkan tidak lagi menangis Namun lebih pilu Hingga penantian bagai kawan dan musuh Dewasa cinta mungkin tak lagi tamak Tak lagi cerita cita berlimpah waktu Oh hanya dia..dan tetap dia Seperti lagu yang liriknya jatuh cinta Cinta yang bertemu dalam proses dewasa Bagaimana mekarnya? Bagaimana berakarnya? Masihkah banyak gugup dan cemas? Bagaimanapun, dewasa cinta... Jadilah hangat kasih yang menjaga Kekuatan untuk berjalan bersama Ketenangan saling melindungi Mendamaikan kita