Langsung ke konten utama

CATATAN - DIA MENETAP

Aku pernah menunggu di balik jendela
Teh di mejaku sudah dingin
Hanya satu dua orang lewati depan rumah
Buku dipangkuan tidak ku sentuh
Dia tidak datang tidak lagi datang

Aku melihatnya melambaikan tangan
Masih coba tersenyum di luar kendaraan
Senyum apa itu? Begitu sulit
Aku juga begitu sulit di perjalanan pulang

Aku masih ditemani selimut
Perasaan beragam banyak cemas
Banyak takut banyak yang tertahan
Palu sudah diketuk sudah diputuskan

Aku bersandar di tiang luar jendela
Menunggu siapa? Dia tidak datang
Dia sudah pindah

Tapi suara langkah buatku tidak merunduk
Siapa di sana? Siapa yang datang?
Aku tidak menunggunya
Dia menghampiriku
Dia bertanya sudah amankah rumahku?
Sudah amankah untuk dia tinggal di sana
Tapi jikapun belum dia akan tetap datang

Lalu aku menunggu lagi di balik jendela
Senyum lebar sudah kutangkap dari jauh
Dia datang dia datang
Lagi lagi dan lagi
Katanya aku ini pulang
Aku sudah datang saat pertama
Kedua kali dan seterusnya aku pulang
Di rumah tempatmu berada


Created by: Ismi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN - DARI MEREKA YANG BERPISAH

Dia mendengar dalam bingung Terlebih takut hadapi rasa bersalah Aku berkata dalam ego Dari banyak kecewa yang terpendam Dia dan aku, Berjalan bersama di sisi berbeda Tanpa menoleh satu sama lain Bersama namun sepi Apa yang di tunggu di sana Setiap langkahnya hanya bawa luka Tawa dahulu semakin tertinggal saja Dan kian merunduk menutupi duka Berapa lama lagi berjalan? Siapa yang mampu lagi? Sesungguhnya tidak ada Karena tanpa diduga Mungkin di sana hanya sebuah jalan buntu Mungkin di sana hanya jalan terputus ngarai Aku semakin sedih Dia semakin menyesal Tidak mudah berpisah Namun bukannya itu yang terbaik? Jalan yang sulit dipilih Tapi mungkin berpisahlah, jalan untuk saling menyelamatkan Created by : Ismi

SURAT 2025 (1) SURAT UNTUK SI PERTAMA

Cinta itu rumit Cinta bisa menghancurkan sehancur-hancurnya, medatangkan gelap gulita, membuat tidak bisa melihat jalan ke luar. Cinta juga bisa menghangatkan, seperti terang benderang yang menbutakan, hati yang bimbang akan benar dan salah, kebahagian yang bisa melupakan nurani. Cinta bisa menyembuhkan dan meracuni. Aku membaca kembali lembaran-lembaran tulisanku di tahun 2011 yang masih banyak tentangmu. Mungkin kamu bukan cinta. Kami si pertama untukku. Tidak lagi kuceritakan awal mulai, sudah banyak pada lembaran lain di lampau. Tapi kali ini, mengingatmu kembali seperti pada cerita-cerita sebelumnya. Sekali lagi ku tulis, "Apa kabar?"

CATATAN : DEWASANYA CINTA

Sulit pada kata, juga sulit bersikap Sulit menerka, bahkan lebih sulit memulai Dewasa cinta dalam insan yang masih rindu bunga Akhirnya berujung lamunan berandai-andai Hambar pada rasa, juga hilang asa Hambar pada jiwa, bahkan mungkin mati rasa Begitu? harapan yang pudar pada uap cermin yang masih memantulkan bayangan Berawal jadi nampak semu Sedih pada masa lalu, juga terbawa hingga kini Sedih saat ini, bahkan tidak lagi menangis Namun lebih pilu Hingga penantian bagai kawan dan musuh Dewasa cinta mungkin tak lagi tamak Tak lagi cerita cita berlimpah waktu Oh hanya dia..dan tetap dia Seperti lagu yang liriknya jatuh cinta Cinta yang bertemu dalam proses dewasa Bagaimana mekarnya? Bagaimana berakarnya? Masihkah banyak gugup dan cemas? Bagaimanapun, dewasa cinta... Jadilah hangat kasih yang menjaga Kekuatan untuk berjalan bersama Ketenangan saling melindungi Mendamaikan kita