Aku pernah menunggu di balik jendela
Teh di mejaku sudah dingin
Hanya satu dua orang lewati depan rumah
Buku dipangkuan tidak ku sentuh
Dia tidak datang tidak lagi datang
Aku melihatnya melambaikan tangan
Masih coba tersenyum di luar kendaraan
Senyum apa itu? Begitu sulit
Aku juga begitu sulit di perjalanan pulang
Aku masih ditemani selimut
Perasaan beragam banyak cemas
Banyak takut banyak yang tertahan
Palu sudah diketuk sudah diputuskan
Aku bersandar di tiang luar jendela
Menunggu siapa? Dia tidak datang
Dia sudah pindah
Tapi suara langkah buatku tidak merunduk
Siapa di sana? Siapa yang datang?
Aku tidak menunggunya
Dia menghampiriku
Dia bertanya sudah amankah rumahku?
Sudah amankah untuk dia tinggal di sana
Tapi jikapun belum dia akan tetap datang
Lalu aku menunggu lagi di balik jendela
Senyum lebar sudah kutangkap dari jauh
Dia datang dia datang
Lagi lagi dan lagi
Katanya aku ini pulang
Aku sudah datang saat pertama
Kedua kali dan seterusnya aku pulang
Di rumah tempatmu berada
Created by: Ismi
Teh di mejaku sudah dingin
Hanya satu dua orang lewati depan rumah
Buku dipangkuan tidak ku sentuh
Dia tidak datang tidak lagi datang
Aku melihatnya melambaikan tangan
Masih coba tersenyum di luar kendaraan
Senyum apa itu? Begitu sulit
Aku juga begitu sulit di perjalanan pulang
Aku masih ditemani selimut
Perasaan beragam banyak cemas
Banyak takut banyak yang tertahan
Palu sudah diketuk sudah diputuskan
Aku bersandar di tiang luar jendela
Menunggu siapa? Dia tidak datang
Dia sudah pindah
Tapi suara langkah buatku tidak merunduk
Siapa di sana? Siapa yang datang?
Aku tidak menunggunya
Dia menghampiriku
Dia bertanya sudah amankah rumahku?
Sudah amankah untuk dia tinggal di sana
Tapi jikapun belum dia akan tetap datang
Lalu aku menunggu lagi di balik jendela
Senyum lebar sudah kutangkap dari jauh
Dia datang dia datang
Lagi lagi dan lagi
Katanya aku ini pulang
Aku sudah datang saat pertama
Kedua kali dan seterusnya aku pulang
Di rumah tempatmu berada
Created by: Ismi
Komentar
Posting Komentar