Langsung ke konten utama

CATATAN - DARI MEREKA YANG BERPISAH

Dia mendengar dalam bingung
Terlebih takut hadapi rasa bersalah
Aku berkata dalam ego
Dari banyak kecewa yang terpendam
Dia dan aku,
Berjalan bersama di sisi berbeda
Tanpa menoleh satu sama lain
Bersama namun sepi

Apa yang di tunggu di sana
Setiap langkahnya hanya bawa luka
Tawa dahulu semakin tertinggal saja
Dan kian merunduk menutupi duka

Berapa lama lagi berjalan?
Siapa yang mampu lagi?
Sesungguhnya tidak ada
Karena tanpa diduga
Mungkin di sana hanya sebuah jalan buntu
Mungkin di sana hanya jalan terputus ngarai

Aku semakin sedih
Dia semakin menyesal
Tidak mudah berpisah
Namun bukannya itu yang terbaik?
Jalan yang sulit dipilih
Tapi mungkin berpisahlah, jalan untuk saling menyelamatkan


Created by : Ismi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SURAT 2025 (1) SURAT UNTUK SI PERTAMA

Cinta itu rumit Cinta bisa menghancurkan sehancur-hancurnya, medatangkan gelap gulita, membuat tidak bisa melihat jalan ke luar. Cinta juga bisa menghangatkan, seperti terang benderang yang menbutakan, hati yang bimbang akan benar dan salah, kebahagian yang bisa melupakan nurani. Cinta bisa menyembuhkan dan meracuni. Aku membaca kembali lembaran-lembaran tulisanku di tahun 2011 yang masih banyak tentangmu. Mungkin kamu bukan cinta. Kami si pertama untukku. Tidak lagi kuceritakan awal mulai, sudah banyak pada lembaran lain di lampau. Tapi kali ini, mengingatmu kembali seperti pada cerita-cerita sebelumnya. Sekali lagi ku tulis, "Apa kabar?"

CATATAN : DEWASANYA CINTA

Sulit pada kata, juga sulit bersikap Sulit menerka, bahkan lebih sulit memulai Dewasa cinta dalam insan yang masih rindu bunga Akhirnya berujung lamunan berandai-andai Hambar pada rasa, juga hilang asa Hambar pada jiwa, bahkan mungkin mati rasa Begitu? harapan yang pudar pada uap cermin yang masih memantulkan bayangan Berawal jadi nampak semu Sedih pada masa lalu, juga terbawa hingga kini Sedih saat ini, bahkan tidak lagi menangis Namun lebih pilu Hingga penantian bagai kawan dan musuh Dewasa cinta mungkin tak lagi tamak Tak lagi cerita cita berlimpah waktu Oh hanya dia..dan tetap dia Seperti lagu yang liriknya jatuh cinta Cinta yang bertemu dalam proses dewasa Bagaimana mekarnya? Bagaimana berakarnya? Masihkah banyak gugup dan cemas? Bagaimanapun, dewasa cinta... Jadilah hangat kasih yang menjaga Kekuatan untuk berjalan bersama Ketenangan saling melindungi Mendamaikan kita