Hanya suka saja di gelap itu
Rembulan di antara celah gelap awan
Masih basah jalanan habis hujan sore
Kau masih duduk depanku
Bersenandung tak karuan
Namun aku tertawa
Hanya suka saja kopi di gelas itu
Walau sudah dingin karena angin
Manisnya menemani malam
Pemanis obrolan denganmu
Hanya suka saja kabut itu
Selepas subuh bercelana panjang
Aku masih menggigil di antara udara
Namun terus senang berjalan sajalah
Berlari kecil ditemanimu
Hanya suka saja sentuh embun itu
Mimik wajahmu aneh
Meledek dan berguyon
Namun aku tidak marah
Semakin ramai hati menyambut fajar
Hanya suka saja sore di kolam ikan itu
Sedikit bingung di sana
Kau terus menertawai
Dan semakin ingin ku mencoba
Mengalahkanmu di pertandingan sore itu
Hanya saja pernah aku takut ini mimpi
Tapi katamu di antara kedua telapak tangan di pipiku
Kadang yang nyata seperti mimpi
Kadang yang mimpi seperti nyata
Menurutmu aku mimpi atau nyata
Karena itu semua berasal dari hatimu
Created by: Ismi
Rembulan di antara celah gelap awan
Masih basah jalanan habis hujan sore
Kau masih duduk depanku
Bersenandung tak karuan
Namun aku tertawa
Hanya suka saja kopi di gelas itu
Walau sudah dingin karena angin
Manisnya menemani malam
Pemanis obrolan denganmu
Hanya suka saja kabut itu
Selepas subuh bercelana panjang
Aku masih menggigil di antara udara
Namun terus senang berjalan sajalah
Berlari kecil ditemanimu
Hanya suka saja sentuh embun itu
Mimik wajahmu aneh
Meledek dan berguyon
Namun aku tidak marah
Semakin ramai hati menyambut fajar
Hanya suka saja sore di kolam ikan itu
Sedikit bingung di sana
Kau terus menertawai
Dan semakin ingin ku mencoba
Mengalahkanmu di pertandingan sore itu
Hanya saja pernah aku takut ini mimpi
Tapi katamu di antara kedua telapak tangan di pipiku
Kadang yang nyata seperti mimpi
Kadang yang mimpi seperti nyata
Menurutmu aku mimpi atau nyata
Karena itu semua berasal dari hatimu
Created by: Ismi
Komentar
Posting Komentar