Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

CATATAN - AKU SUDAH AKAN MULAI

Gagal itu pun dialami Dari sepasang matanya Aku gagal memahami Langkahnya di senja hari Keputusannya saat berganti hari Hari itu pun ego bertemu emosi Puncak dari pertahanan hati Geram dari diri sendiri Apa sebenarnya maksudnya Aku gagal memahami Diamku juga salah Bicaraku juga tidak dimengerti Apa mau dia sebenarnya Kami gagal saling memahami Mau jalani masing-masing Memang seperti itulah seharusnya Baik tidak baik akhirnya aku tidak peduli Hidupkulah yang harus kujalani Jawab pun menghampiri dengan permisi Walau perlahan bisa buatku mengerti Kebaikan atau keburukan yang lalu Terjadi seperti itu dalam hidup Kini hanya ada hidupku Kini hanya ada hidupku untuk mereka Suatu hari jika dibagi lagi Bukan belajar saling memahami Saat itu aku sudah mulai untuk memahami Created by: Ismi

CATATAN - WAKTU TERSENYUM

Ragaku sulit kembali di waktu itu Seperti tidak masuk akal bukan tidak mungkin Kebanyakan kami menghitung waktu Angka yang tunjukan lamanya hidup kami Di waktu yang mana ingin kembali? Aku malah tidak berani bayangkan Hingga jadi pinta dari diriku Mungkin bukan hanya aku, mereka, kami Ingin perbaiki berbagai hal di hidup Tapi yang kami tahu Angka itu berhenti atau bertambah Ada tanya dengan pengandaian jika Seperti sisi lain dari roda waktu Jika dulu jika sebelumnya Sebenarnya akan bagaimana? Tapi aku ingat senyum tidak kenal hitungan Senyum di hari yang mana Senyumnya karena bahagia Jika begitu jika diijinkan bertambah Aku ingin senyum yang tidak meminta Dari hati hingga paling jujur Wajah tercantik dengan senyum Di saat ini juga sama saja Created by: Ismi

CATATAN - MEJA MAKAN

Terkadang..sesuatu ini bukan kendaliku Gunakan banyak kata untuk merujuk Mengarahkan pada yang ku maksud Tidak didengar langsung tapi ku tulis Ku lupa ada khas dari kaumku Begitu juga khasnya dari kaummu Jika masih bersikeras Pada kebiasaan di luar kendali diri Titik temu itu sulit terjadi Ego ingin luruskan yang di hati ke pikiran Yang satu bilang ke sana Yang satu bilang ke sini Lupa pada kata kita Kita kemana jadinya? Jika tidak ada tujuan sama Artinya jika waktu sudah cukup diambil Berpikir masing-masing untuk memahami Duduklah dulu bersama Untuk jalan temu Perempuan dan laki-laki Punya keunikan cara pikir sendiri Ada yang perlu usaha lebih Mengerti maksud dan berdiskusi Yang sedang dilakukan Untuk kembali... Pada tempat yang sama saat berangkat Untuk bertemu Pada dirinya yang sama di meja makan Created by: Ismi

CATATAN - SIMPUL

Jika batas fajar dan embun itu tipis Kenapa begitu indah walau sesaat Tanpa celah embun memberi kata pamit Pada apa yang menentramkannya Aku bertanya di antara bunyi kerikil jalan Kemana mimpi bawa asa terbang Di ujung langit itu kah? Seberapa jauhnya? Mataku menutup saat bintang bersembunyi dalam gelap Kenapa sunyi bawa kegelisahan Apa karena percaya yang telah hilang? Bagaimana ini dilakukan Kening yang menempel di meja kayu Merunduk karena pilu Ranting itu daunnya sudah di tanah Bawa ini sebagai penanda Di pergelangan terikat simpul Pengingat pada yang bermula Walau berakhir dengan tanya Created by: Ismi

CATATAN - TAMAN KITA DI SANA

Sepasang mata saling menatap Gemericik menggoda langkah kaki Berputar meloncat-loncat kecil Iringi nada manjakan telinga Di tengah jembatan cahaya nampak Biasan langit bulan & bintang Hangat dipunggung tangan Jarak jadi semakin hilang Biarkan terasa lama Tak ada beda yang tersisa Sudah harmonis dalam rasa Di lubuk dan pandangan Tak perlu sampaikan pesan Pesan itu bisa didengar sekarang Jadi begitu indah terdengar Tidak perlu tinggalkan sepatu kaca Karena sepasang yang dipunya Akan melangkah bersama Lewati jembatan di bawah awan Temui taman berbangku panjang Siapa yang ada di sana Kamu di sana Aku di sampingmu Kita ada di sana Created by: Ismi

CATATAN - SENIORKU

Ku kenalkan dia padamu Satu tahun selisih dariku Dia Januari aku Februari Dia 91 aku 92 Banyak senyum jika kau melihatnya Bahkan masih dijumpai senyum Jika kau menoleh padanya Bukan di bawah pohon palem pertamanya Sepertinya satu atau dua tahun sebelumnya Saat masih merah putih baju Di kelas yang sama belajar bahasa Inggris Dia satu tingkat di atasku Hampir tidak ingat jika tidak bertemu lagi Saat itu tingkat satu putih biru Setelah tau dia Oh ternyata sudah ku kenal Mungkin dia lupa Tapi juga bisa ingat Saling kenal karena temannya Ada keisengan kecil darinya Selalu tidak berlebihan Kata darinya baik sopan Sosoknya bersahabat dan cerdas Pernah kira mungkin ada waktu untukku Hanya berteman namun mengesankan Dia ada yang lain Aku juga memilih yang lain Hanya pilihan anak tingkat tujuh & delapan Yang punya memorinya sendiri Kami saling mengenal Kami juga pernah berteman Dia senior yang baik Bertemu lagi di putih abu-abu Masih sama kagumku ada ...

CATATAN - PERTAMAKU

Beliaku malu ingat yang ku kagumi Di bawah pohon palem Anak laki-laki itu bersenda gurau Matanya khas bajunya bersih Kedua pipinya masih menggemaskan Tubuhnya tinggi dengan rambut yang lebat Sepertinya masih dua belas masa itu Aku di depan kelas terhenti pandangan Sepertinya kenal tapi apa iya? Diperhatikan lagi anak lelaki itu Perkataannya ramah dan bersahabat Terkadang coba melucu walau tidak benar lucu Terkadang menghampiri utarakan ajakan Hal yang belum dicoba Di sudut kecil dalam hati Asal dengannya akan menyenangkan Buah ini tidak jadi manis di ujung belia Hingga penyesalanku belum pernah jujur padanya Apa yang dirasakan dalam waktu cukup lama Kita pernah bersama saat tujuh belas Sepertinya hampir sembilan tahun Dan bisa di tambah tiga tahun lagi Sayangnya lokasi sama tapi tidak pernah bertemu Anak lelaki itu Yang pernah buatku berkeringat gugup walau cuaca tak panas Yang buatku kaku hanya untuk berkata iya Yang menyulitkan hatiku karena malu Yang ...

CATATAN - PANGGIL APA?

Jangan bersenandung yah Kala pecahan kaca menyentuh jariku Kupu-kupu akan terperangkap di permukaan air Sulit terbang hingga merelakan sayapnya Jangan tarik tanganku menari terima temaram matahari Ombak akan bergulung bingung Jika pasir masih mudah menghapus nama yang terukir Berhati-hatilah menatapku di bawah galaksi Hatimu akan jatuh padaku Hatiku akan terbenam padamu Bangunlah di jam sebelas lewat sebelas Kangen itu seperti buih yang tak bisa dihitung Lamunanmu membawaku pada mimpi Kita harus berpegangan Bukalah matamu sewajarnya Jika terlalu tajam ada detak kalahkan dentum Sorotnya buat terpukau Aku terima dirimu seperti berharap esok Kamu denganku seperti hari ini Degup diriku bertemu degup dirimu Aku mendengarnya jelas Aku panggilmu apa? Sekarangku atau besokku? Kami panggil aku apa? Aku rahasiakan jawaban darinya pada mereka Ini rahasia kita Created by: Ismi

CATATAN - DIA MENETAP

Aku pernah menunggu di balik jendela Teh di mejaku sudah dingin Hanya satu dua orang lewati depan rumah Buku dipangkuan tidak ku sentuh Dia tidak datang tidak lagi datang Aku melihatnya melambaikan tangan Masih coba tersenyum di luar kendaraan Senyum apa itu? Begitu sulit Aku juga begitu sulit di perjalanan pulang Aku masih ditemani selimut Perasaan beragam banyak cemas Banyak takut banyak yang tertahan Palu sudah diketuk sudah diputuskan Aku bersandar di tiang luar jendela Menunggu siapa? Dia tidak datang Dia sudah pindah Tapi suara langkah buatku tidak merunduk Siapa di sana? Siapa yang datang? Aku tidak menunggunya Dia menghampiriku Dia bertanya sudah amankah rumahku? Sudah amankah untuk dia tinggal di sana Tapi jikapun belum dia akan tetap datang Lalu aku menunggu lagi di balik jendela Senyum lebar sudah kutangkap dari jauh Dia datang dia datang Lagi lagi dan lagi Katanya aku ini pulang Aku sudah datang saat pertama Kedua kali dan seterusnya aku pu...

CATATAN - KOTAKU KOTAMU

Aku ingat sendal itu Warna bajumu dan jins kau kenakan Menyapaku setelah memberi salam Aku ingat hari apa itu Di ujung gang berjajar Di jarak antara rumah begitu dekat Rodanya tiga berpengayuh Pakai topi petani khas identik Sudah lama.. ada untuk dua orang duduk Keinginan berdua lewati kota Menaiki becak dengan suara pengamen jalan Ingat semangkok sekoteng pinggir jalan Di sana.. di sana kau mengarahkan Di sini beberapa bintang masih terlihat Bau sate di mana-mana Tunggu sebentar lagi sampai Kau pegang tanganku untuk menopang Di lesehan orang-orang berkumpul Di antara mereka kami ada Tapi seperti miliki tempat istimewa berdua Memanjakan perut lapar Memenuhi rindu orang kota pulang Yang dilewati hanya rumah-rumah Kantor dari bangunan tua Indah dan nyamannya Rangkulan jelaskan masa kecil di sana Mendengarkannya seperti berada dalam cerita Mengenal lagi potongan-potongan ingatannya Kami bilang nanti biar impas Hari ini kotaku esok kotamu Created by: Is...

CATATAN - KOLAM IKAN

Hanya suka saja di gelap itu Rembulan di antara celah gelap awan Masih basah jalanan habis hujan sore Kau masih duduk depanku Bersenandung tak karuan Namun aku tertawa Hanya suka saja kopi di gelas itu Walau sudah dingin karena angin Manisnya menemani malam Pemanis obrolan denganmu Hanya suka saja kabut itu Selepas subuh bercelana panjang Aku masih menggigil di antara udara Namun terus senang berjalan sajalah Berlari kecil ditemanimu Hanya suka saja sentuh embun itu Mimik wajahmu aneh Meledek dan berguyon Namun aku tidak marah Semakin ramai hati menyambut fajar Hanya suka saja sore di kolam ikan itu Sedikit bingung di sana Kau terus menertawai Dan semakin ingin ku mencoba Mengalahkanmu di pertandingan sore itu Hanya saja pernah aku takut ini mimpi Tapi katamu di antara kedua telapak tangan di pipiku Kadang yang nyata seperti mimpi Kadang yang mimpi seperti nyata Menurutmu aku mimpi atau nyata Karena itu semua berasal dari hatimu Created by: Ismi

CATATAN - BERKATA SUDAH MEMAAFKAN

Mungkin saja kata-kata Bisa saja dari sikap Atau tatapan yang di lakukan Buat orang lain tidak suka Buat orang lain marah Tanpa sadar atau sengaja Bisa saja Maaf tidak juga Berkata sudah memaafkan Hati belum tuntas Sudah mampu berkata maaf Hati belum menerima Lebih baik tidak bertemu saja Hari berlalu Hampir satu tahun ini Lebih baik tidak bertemu Jika memang begitu Aku sudah merasa nyaman Nyaman tanpa terusik ingatan Semua ingatan yang muncul saat melihat langsung Situasi itu Meminta waktu meminta waktu Memohon waktu memohon waktu Berharap mengharap Apa kata-kata ku? Apa sikapku? Apa tatapanku? Apa berpikir juga? Bagaimana kata-katamu? Bagaimana sikapmu? Bagaimana tatapanmu? Sampai begitu sulit diungkapkan Menunda-nunda pilihanmu Keinginan itu... Yang terbata dan tertahan Buat bingung buat gelisah Buat takut Nyatanya dialami juga? Katanya ini biasa di anak muda Biasanya bagaimana Saat hancur itu biasa? Hancur yang kala itu saja Sudah mem...