Langsung ke konten utama

CATATAN : DEWASANYA CINTA

Sulit pada kata, juga sulit bersikap

Sulit menerka, bahkan lebih sulit memulai

Dewasa cinta dalam insan yang masih rindu bunga

Akhirnya berujung lamunan berandai-andai


Hambar pada rasa, juga hilang asa

Hambar pada jiwa, bahkan mungkin mati rasa

Begitu? harapan yang pudar pada uap cermin yang masih memantulkan bayangan

Berawal jadi nampak semu


Sedih pada masa lalu, juga terbawa hingga kini

Sedih saat ini, bahkan tidak lagi menangis

Namun lebih pilu

Hingga penantian bagai kawan dan musuh


Dewasa cinta mungkin tak lagi tamak

Tak lagi cerita cita berlimpah waktu

Oh hanya dia..dan tetap dia

Seperti lagu yang liriknya jatuh cinta


Cinta yang bertemu dalam proses dewasa

Bagaimana mekarnya?

Bagaimana berakarnya?

Masihkah banyak gugup dan cemas?


Bagaimanapun, dewasa cinta...

Jadilah hangat kasih yang menjaga

Kekuatan untuk berjalan bersama

Ketenangan saling melindungi

Mendamaikan kita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN - DARI MEREKA YANG BERPISAH

Dia mendengar dalam bingung Terlebih takut hadapi rasa bersalah Aku berkata dalam ego Dari banyak kecewa yang terpendam Dia dan aku, Berjalan bersama di sisi berbeda Tanpa menoleh satu sama lain Bersama namun sepi Apa yang di tunggu di sana Setiap langkahnya hanya bawa luka Tawa dahulu semakin tertinggal saja Dan kian merunduk menutupi duka Berapa lama lagi berjalan? Siapa yang mampu lagi? Sesungguhnya tidak ada Karena tanpa diduga Mungkin di sana hanya sebuah jalan buntu Mungkin di sana hanya jalan terputus ngarai Aku semakin sedih Dia semakin menyesal Tidak mudah berpisah Namun bukannya itu yang terbaik? Jalan yang sulit dipilih Tapi mungkin berpisahlah, jalan untuk saling menyelamatkan Created by : Ismi

SURAT 2025 (1) SURAT UNTUK SI PERTAMA

Cinta itu rumit Cinta bisa menghancurkan sehancur-hancurnya, medatangkan gelap gulita, membuat tidak bisa melihat jalan ke luar. Cinta juga bisa menghangatkan, seperti terang benderang yang menbutakan, hati yang bimbang akan benar dan salah, kebahagian yang bisa melupakan nurani. Cinta bisa menyembuhkan dan meracuni. Aku membaca kembali lembaran-lembaran tulisanku di tahun 2011 yang masih banyak tentangmu. Mungkin kamu bukan cinta. Kami si pertama untukku. Tidak lagi kuceritakan awal mulai, sudah banyak pada lembaran lain di lampau. Tapi kali ini, mengingatmu kembali seperti pada cerita-cerita sebelumnya. Sekali lagi ku tulis, "Apa kabar?"