Langsung ke konten utama

CATATAN - SUDUT

Aku mendengar ini, orang itu berkata
Aku (dia) telah melihat banyak
Terlalu banyak hingga aku ingin berhenti
Akhirnya aku memilih keluar
Yang dia ingin sampaikan..

"Jika sudut itu membuatmu sangat jenuh
Bukan.., sudut itu membuatmu gelap dan mengeraskan hatimu..pindahlah!"

"Aku merasa telah melihat banyak, naif ternyata. Aku sebetulnya belum melihat apa-apa. Aku menemukan hal penting pada perjalanan dan tempat-tempat di sudut lainnya," katanya.

"Maksudku adalah, jika semua pikiranmu hanya mengakar pada rasional cara pandang, kamu merasa pincang. Hatimu berproses pada kebekuan. Sudut itu membuat sepi padahal banyak orang."

"Keasingan bagimu, justru di tempat yang sering kamu temui. Kenapa? Apa rasionalisme dirimu bisa menjawabnya?"

Dalam segala macam kecanggihan
Dia kembali berkata..

"Gedung setinggi apapun juga akan roboh. Jika tidak ada rasa manusia di dalamnya. Pesawat berpilot itu bisa celaka tanpa ada peduli bukan hanya tanggungjawab kerja."

Lalu kutanya lagi, kenapa kamu pindah?

"Agar aku menjaga diri untuk tidak termakan. Aku lupa itu hanya sudut kecil yang bisa jadi tidak berarti jika aku tidak bermanfaat untuk lainnya. Aku lupa bumi ini juga hanya sebagian kecil dari tata surya yang aku tidak akan tahu berapa besarnya."

Aku mungkin belum mengerti katanya
Aku berjalan dalam pikiran itu
Untuk menemukan sudut yang mengingatkanku


Created by: Ismi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN - DARI MEREKA YANG BERPISAH

Dia mendengar dalam bingung Terlebih takut hadapi rasa bersalah Aku berkata dalam ego Dari banyak kecewa yang terpendam Dia dan aku, Berjalan bersama di sisi berbeda Tanpa menoleh satu sama lain Bersama namun sepi Apa yang di tunggu di sana Setiap langkahnya hanya bawa luka Tawa dahulu semakin tertinggal saja Dan kian merunduk menutupi duka Berapa lama lagi berjalan? Siapa yang mampu lagi? Sesungguhnya tidak ada Karena tanpa diduga Mungkin di sana hanya sebuah jalan buntu Mungkin di sana hanya jalan terputus ngarai Aku semakin sedih Dia semakin menyesal Tidak mudah berpisah Namun bukannya itu yang terbaik? Jalan yang sulit dipilih Tapi mungkin berpisahlah, jalan untuk saling menyelamatkan Created by : Ismi

SURAT 2025 (1) SURAT UNTUK SI PERTAMA

Cinta itu rumit Cinta bisa menghancurkan sehancur-hancurnya, medatangkan gelap gulita, membuat tidak bisa melihat jalan ke luar. Cinta juga bisa menghangatkan, seperti terang benderang yang menbutakan, hati yang bimbang akan benar dan salah, kebahagian yang bisa melupakan nurani. Cinta bisa menyembuhkan dan meracuni. Aku membaca kembali lembaran-lembaran tulisanku di tahun 2011 yang masih banyak tentangmu. Mungkin kamu bukan cinta. Kami si pertama untukku. Tidak lagi kuceritakan awal mulai, sudah banyak pada lembaran lain di lampau. Tapi kali ini, mengingatmu kembali seperti pada cerita-cerita sebelumnya. Sekali lagi ku tulis, "Apa kabar?"

CATATAN : DEWASANYA CINTA

Sulit pada kata, juga sulit bersikap Sulit menerka, bahkan lebih sulit memulai Dewasa cinta dalam insan yang masih rindu bunga Akhirnya berujung lamunan berandai-andai Hambar pada rasa, juga hilang asa Hambar pada jiwa, bahkan mungkin mati rasa Begitu? harapan yang pudar pada uap cermin yang masih memantulkan bayangan Berawal jadi nampak semu Sedih pada masa lalu, juga terbawa hingga kini Sedih saat ini, bahkan tidak lagi menangis Namun lebih pilu Hingga penantian bagai kawan dan musuh Dewasa cinta mungkin tak lagi tamak Tak lagi cerita cita berlimpah waktu Oh hanya dia..dan tetap dia Seperti lagu yang liriknya jatuh cinta Cinta yang bertemu dalam proses dewasa Bagaimana mekarnya? Bagaimana berakarnya? Masihkah banyak gugup dan cemas? Bagaimanapun, dewasa cinta... Jadilah hangat kasih yang menjaga Kekuatan untuk berjalan bersama Ketenangan saling melindungi Mendamaikan kita