Aku mendengar ini, orang itu berkata
Aku (dia) telah melihat banyak
Terlalu banyak hingga aku ingin berhenti
Akhirnya aku memilih keluar
Yang dia ingin sampaikan..
"Jika sudut itu membuatmu sangat jenuh
Bukan.., sudut itu membuatmu gelap dan mengeraskan hatimu..pindahlah!"
"Aku merasa telah melihat banyak, naif ternyata. Aku sebetulnya belum melihat apa-apa. Aku menemukan hal penting pada perjalanan dan tempat-tempat di sudut lainnya," katanya.
"Maksudku adalah, jika semua pikiranmu hanya mengakar pada rasional cara pandang, kamu merasa pincang. Hatimu berproses pada kebekuan. Sudut itu membuat sepi padahal banyak orang."
"Keasingan bagimu, justru di tempat yang sering kamu temui. Kenapa? Apa rasionalisme dirimu bisa menjawabnya?"
Dalam segala macam kecanggihan
Dia kembali berkata..
"Gedung setinggi apapun juga akan roboh. Jika tidak ada rasa manusia di dalamnya. Pesawat berpilot itu bisa celaka tanpa ada peduli bukan hanya tanggungjawab kerja."
Lalu kutanya lagi, kenapa kamu pindah?
"Agar aku menjaga diri untuk tidak termakan. Aku lupa itu hanya sudut kecil yang bisa jadi tidak berarti jika aku tidak bermanfaat untuk lainnya. Aku lupa bumi ini juga hanya sebagian kecil dari tata surya yang aku tidak akan tahu berapa besarnya."
Aku mungkin belum mengerti katanya
Aku berjalan dalam pikiran itu
Untuk menemukan sudut yang mengingatkanku
Created by: Ismi
Aku (dia) telah melihat banyak
Terlalu banyak hingga aku ingin berhenti
Akhirnya aku memilih keluar
Yang dia ingin sampaikan..
"Jika sudut itu membuatmu sangat jenuh
Bukan.., sudut itu membuatmu gelap dan mengeraskan hatimu..pindahlah!"
"Aku merasa telah melihat banyak, naif ternyata. Aku sebetulnya belum melihat apa-apa. Aku menemukan hal penting pada perjalanan dan tempat-tempat di sudut lainnya," katanya.
"Maksudku adalah, jika semua pikiranmu hanya mengakar pada rasional cara pandang, kamu merasa pincang. Hatimu berproses pada kebekuan. Sudut itu membuat sepi padahal banyak orang."
"Keasingan bagimu, justru di tempat yang sering kamu temui. Kenapa? Apa rasionalisme dirimu bisa menjawabnya?"
Dalam segala macam kecanggihan
Dia kembali berkata..
"Gedung setinggi apapun juga akan roboh. Jika tidak ada rasa manusia di dalamnya. Pesawat berpilot itu bisa celaka tanpa ada peduli bukan hanya tanggungjawab kerja."
Lalu kutanya lagi, kenapa kamu pindah?
"Agar aku menjaga diri untuk tidak termakan. Aku lupa itu hanya sudut kecil yang bisa jadi tidak berarti jika aku tidak bermanfaat untuk lainnya. Aku lupa bumi ini juga hanya sebagian kecil dari tata surya yang aku tidak akan tahu berapa besarnya."
Aku mungkin belum mengerti katanya
Aku berjalan dalam pikiran itu
Untuk menemukan sudut yang mengingatkanku
Created by: Ismi
Komentar
Posting Komentar