Langit musim peralihan menyapa
di antara angin lewati pundak
Aku berjalan perlahan
Tunggu daun kering terlepas dari tangkai
Mereka itu juga menciptakan kisahnya
Untukku hanya sesaat lagi firasat
Hati ini nyaman di tempatnya
Serbuk bunga tidak jatuh di sembarang
Takdirnya menjadi indah dia berada
Bagiku indahnya juga datang di waktunya
Menggapai tangan terbuka, setelah...
tersilang dan terkepal lama merunduk
Bukan hanya singkat ucapan
Keseluruhan padanya
Menghilangkan pikat atau kagum
Keseluruhan di dirinya
Bawa kesediaan terpaut salah satunya
Kesanggupan hati berkata Ya tepatnya
Langit musim peralihan belum mau pulang
Ingin menemani sepasang hati mungkin
Senyum ini lebih ingin..
dirasakan dalam hati
Dia bukan kesempurnaan menyilaukan
Dia cuma payung untuk gerimis hujan
Secangkir teh di antara kabut
Embun temani pagi
Pintu yang terbuka untukku
Jadi pengisi hati
Aku berjalan dekatnya
Kami lewati rerumputan mengering
Berpamitan pada langit berwarna kuning
Tersenyum di antara daun terjatuh
Terus berjalan..
Dan di suatu jalan
Aku senang menggandengnya
Pemandangan rumah pinggir kota
Warna warni dindingnya
Kami berjalan menuju rumah kami
Di satu hidup ini, kami
Salah satunya..
Bersyukur akan kebersamaan ini
Created by: Ismi
di antara angin lewati pundak
Aku berjalan perlahan
Tunggu daun kering terlepas dari tangkai
Mereka itu juga menciptakan kisahnya
Untukku hanya sesaat lagi firasat
Hati ini nyaman di tempatnya
Serbuk bunga tidak jatuh di sembarang
Takdirnya menjadi indah dia berada
Bagiku indahnya juga datang di waktunya
Menggapai tangan terbuka, setelah...
tersilang dan terkepal lama merunduk
Bukan hanya singkat ucapan
Keseluruhan padanya
Menghilangkan pikat atau kagum
Keseluruhan di dirinya
Bawa kesediaan terpaut salah satunya
Kesanggupan hati berkata Ya tepatnya
Langit musim peralihan belum mau pulang
Ingin menemani sepasang hati mungkin
Senyum ini lebih ingin..
dirasakan dalam hati
Dia bukan kesempurnaan menyilaukan
Dia cuma payung untuk gerimis hujan
Secangkir teh di antara kabut
Embun temani pagi
Pintu yang terbuka untukku
Jadi pengisi hati
Aku berjalan dekatnya
Kami lewati rerumputan mengering
Berpamitan pada langit berwarna kuning
Tersenyum di antara daun terjatuh
Terus berjalan..
Dan di suatu jalan
Aku senang menggandengnya
Pemandangan rumah pinggir kota
Warna warni dindingnya
Kami berjalan menuju rumah kami
Di satu hidup ini, kami
Salah satunya..
Bersyukur akan kebersamaan ini
Created by: Ismi
Komentar
Posting Komentar