Langsung ke konten utama

CATATAN - MUSIM PERALIHAN

Langit musim peralihan menyapa
di antara angin lewati pundak
Aku berjalan perlahan
Tunggu daun kering terlepas dari tangkai
Mereka itu juga menciptakan kisahnya
Untukku hanya sesaat lagi firasat
Hati ini nyaman di tempatnya

Serbuk bunga tidak jatuh di sembarang
Takdirnya menjadi indah dia berada
Bagiku indahnya juga datang di waktunya
Menggapai tangan terbuka, setelah...
tersilang dan terkepal lama merunduk
Bukan hanya singkat ucapan
Keseluruhan padanya
Menghilangkan pikat atau kagum
Keseluruhan di dirinya
Bawa kesediaan terpaut salah satunya
Kesanggupan hati berkata Ya tepatnya

Langit musim peralihan belum mau pulang
Ingin menemani sepasang hati mungkin
Senyum ini lebih ingin..
dirasakan dalam hati
Dia bukan kesempurnaan menyilaukan
Dia cuma payung untuk gerimis hujan
Secangkir teh di antara kabut
Embun temani pagi
Pintu yang terbuka untukku
Jadi pengisi hati

Aku berjalan dekatnya
Kami lewati rerumputan mengering
Berpamitan pada langit berwarna kuning
Tersenyum di antara daun terjatuh
Terus berjalan..
Dan di suatu jalan
Aku senang menggandengnya
Pemandangan rumah pinggir kota
Warna warni dindingnya
Kami berjalan menuju rumah kami
Di satu hidup ini, kami
Salah satunya..
Bersyukur akan kebersamaan ini


Created by: Ismi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN - DARI MEREKA YANG BERPISAH

Dia mendengar dalam bingung Terlebih takut hadapi rasa bersalah Aku berkata dalam ego Dari banyak kecewa yang terpendam Dia dan aku, Berjalan bersama di sisi berbeda Tanpa menoleh satu sama lain Bersama namun sepi Apa yang di tunggu di sana Setiap langkahnya hanya bawa luka Tawa dahulu semakin tertinggal saja Dan kian merunduk menutupi duka Berapa lama lagi berjalan? Siapa yang mampu lagi? Sesungguhnya tidak ada Karena tanpa diduga Mungkin di sana hanya sebuah jalan buntu Mungkin di sana hanya jalan terputus ngarai Aku semakin sedih Dia semakin menyesal Tidak mudah berpisah Namun bukannya itu yang terbaik? Jalan yang sulit dipilih Tapi mungkin berpisahlah, jalan untuk saling menyelamatkan Created by : Ismi

SURAT 2025 (1) SURAT UNTUK SI PERTAMA

Cinta itu rumit Cinta bisa menghancurkan sehancur-hancurnya, medatangkan gelap gulita, membuat tidak bisa melihat jalan ke luar. Cinta juga bisa menghangatkan, seperti terang benderang yang menbutakan, hati yang bimbang akan benar dan salah, kebahagian yang bisa melupakan nurani. Cinta bisa menyembuhkan dan meracuni. Aku membaca kembali lembaran-lembaran tulisanku di tahun 2011 yang masih banyak tentangmu. Mungkin kamu bukan cinta. Kami si pertama untukku. Tidak lagi kuceritakan awal mulai, sudah banyak pada lembaran lain di lampau. Tapi kali ini, mengingatmu kembali seperti pada cerita-cerita sebelumnya. Sekali lagi ku tulis, "Apa kabar?"

CATATAN : DEWASANYA CINTA

Sulit pada kata, juga sulit bersikap Sulit menerka, bahkan lebih sulit memulai Dewasa cinta dalam insan yang masih rindu bunga Akhirnya berujung lamunan berandai-andai Hambar pada rasa, juga hilang asa Hambar pada jiwa, bahkan mungkin mati rasa Begitu? harapan yang pudar pada uap cermin yang masih memantulkan bayangan Berawal jadi nampak semu Sedih pada masa lalu, juga terbawa hingga kini Sedih saat ini, bahkan tidak lagi menangis Namun lebih pilu Hingga penantian bagai kawan dan musuh Dewasa cinta mungkin tak lagi tamak Tak lagi cerita cita berlimpah waktu Oh hanya dia..dan tetap dia Seperti lagu yang liriknya jatuh cinta Cinta yang bertemu dalam proses dewasa Bagaimana mekarnya? Bagaimana berakarnya? Masihkah banyak gugup dan cemas? Bagaimanapun, dewasa cinta... Jadilah hangat kasih yang menjaga Kekuatan untuk berjalan bersama Ketenangan saling melindungi Mendamaikan kita