Bertemu sebidang keramahan dalam sendu
Ucapnya bersih hatinya rapuh bermimpi
Nampak luas tatapnya hanya berani lihat dalam ijin
Terlihat cepat namun nuraninya ragu melambat
Kontras dibalik kelopak cerah pucat warnanya
Sedikit tanah kering antara rumput liar
Dia menangis dan menangis bertanya
Suaranya tidak terdengar terbungkam
Dimana daun keberuntungan?
Tidak ada
Semakin datang sinar menembus tirai
Dimana sebidang keramahan itu?
Ada namun seperti tidak pernah ada
Masih sama tidak ada jalan
Untuk jembatan mempertemukan
Bukan tentang beda
Karena hal yang tidak akan bisa ditebus apapun
Sepasang pundak dalam kerendahan hati
Tidak pernah ditemui lagi mirip dengannya
Birunya seperti lautan jernih
Berawan melindungi dari terik
Darimu tertulis ini
Apa yang belum tersampaikan
Apa yang terbungkam
Apa yang pernah dicari
Tempat diwaktu mana saat ini
Kemungkinannya ada
Walau sudah bertahun-tahun
Kita saling mengingat
Created by: Ismi
Ucapnya bersih hatinya rapuh bermimpi
Nampak luas tatapnya hanya berani lihat dalam ijin
Terlihat cepat namun nuraninya ragu melambat
Kontras dibalik kelopak cerah pucat warnanya
Sedikit tanah kering antara rumput liar
Dia menangis dan menangis bertanya
Suaranya tidak terdengar terbungkam
Dimana daun keberuntungan?
Tidak ada
Semakin datang sinar menembus tirai
Dimana sebidang keramahan itu?
Ada namun seperti tidak pernah ada
Masih sama tidak ada jalan
Untuk jembatan mempertemukan
Bukan tentang beda
Karena hal yang tidak akan bisa ditebus apapun
Sepasang pundak dalam kerendahan hati
Tidak pernah ditemui lagi mirip dengannya
Birunya seperti lautan jernih
Berawan melindungi dari terik
Darimu tertulis ini
Apa yang belum tersampaikan
Apa yang terbungkam
Apa yang pernah dicari
Tempat diwaktu mana saat ini
Kemungkinannya ada
Walau sudah bertahun-tahun
Kita saling mengingat
Created by: Ismi
Komentar
Posting Komentar