Langsung ke konten utama

CATATAN - TOMAT

Ucap itu tidak dikatakan tapi berteriak dihati
Diri yang menjauhi sendiri
Bintang itu semakin jauh saja
Bahkan seperti tidak pernah terlihat lagi
Tahun ke tiga ternyata tidak membaik
Terkira ini jalan yang nantinya memang untukku
Ternyata tidak seperti itu
Menginginkan jalan menuju mimpi itu
Pilihan yang perjuangannya tidak main
Pundak dan kening tidak menunduk ke bawah
Tidak helaan nafas panjang karena marah pada diri sendiri
Tidak berkutat pada angin dan terus di level awam

Katanya nanti juga akan menerima
Ternyata tidak juga, semakin kehilangan diri
Pada satu udara tahukah
Disaat sedih bahkan tidak bisa menangis
Saat ingin teriak bahkan tidak ingin lagi
Tidak ke kanan atau kiri
Tidak ke depan atau belakang
Sama aja, apa ini tetap adalah jalan yang harus diterima?
Atau lebih tepat harus segera putar balik?
Tersasar...
Harus menemukan jalan yang tepat lagi
Untuk memiliki bintang yang ingin dicapai
Tidak dengan jalan merunduk menyesal
Dari adanya kesempatan hari ini
Dan kemungkinan kesempatan besok

Jenuh dengan ocehan apa itu
Terserahlah saja sudah tidak ingin peduli
Menjual tomat kepada pedagang strawberry
Lebih lagi menjualnya ke pedagang kentang
Jelas pedagang itu tidak membelinya
Dia hanya terus mengoceh saja
Karena diri yang harus tau tepatnya dimana
Terus diam menerima ocehan
Atau menemukan yang bisa menghargai kapasitas?
Jelas garis bedanya sekarang?

Tepatnya memulai akan seperti apa terjadi
Siapa yang tau juga
Rencana dibayar perjuangan
Di arahan yang tepat

Created by: Ismi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN - DARI MEREKA YANG BERPISAH

Dia mendengar dalam bingung Terlebih takut hadapi rasa bersalah Aku berkata dalam ego Dari banyak kecewa yang terpendam Dia dan aku, Berjalan bersama di sisi berbeda Tanpa menoleh satu sama lain Bersama namun sepi Apa yang di tunggu di sana Setiap langkahnya hanya bawa luka Tawa dahulu semakin tertinggal saja Dan kian merunduk menutupi duka Berapa lama lagi berjalan? Siapa yang mampu lagi? Sesungguhnya tidak ada Karena tanpa diduga Mungkin di sana hanya sebuah jalan buntu Mungkin di sana hanya jalan terputus ngarai Aku semakin sedih Dia semakin menyesal Tidak mudah berpisah Namun bukannya itu yang terbaik? Jalan yang sulit dipilih Tapi mungkin berpisahlah, jalan untuk saling menyelamatkan Created by : Ismi

SURAT 2025 (1) SURAT UNTUK SI PERTAMA

Cinta itu rumit Cinta bisa menghancurkan sehancur-hancurnya, medatangkan gelap gulita, membuat tidak bisa melihat jalan ke luar. Cinta juga bisa menghangatkan, seperti terang benderang yang menbutakan, hati yang bimbang akan benar dan salah, kebahagian yang bisa melupakan nurani. Cinta bisa menyembuhkan dan meracuni. Aku membaca kembali lembaran-lembaran tulisanku di tahun 2011 yang masih banyak tentangmu. Mungkin kamu bukan cinta. Kami si pertama untukku. Tidak lagi kuceritakan awal mulai, sudah banyak pada lembaran lain di lampau. Tapi kali ini, mengingatmu kembali seperti pada cerita-cerita sebelumnya. Sekali lagi ku tulis, "Apa kabar?"

CATATAN : DEWASANYA CINTA

Sulit pada kata, juga sulit bersikap Sulit menerka, bahkan lebih sulit memulai Dewasa cinta dalam insan yang masih rindu bunga Akhirnya berujung lamunan berandai-andai Hambar pada rasa, juga hilang asa Hambar pada jiwa, bahkan mungkin mati rasa Begitu? harapan yang pudar pada uap cermin yang masih memantulkan bayangan Berawal jadi nampak semu Sedih pada masa lalu, juga terbawa hingga kini Sedih saat ini, bahkan tidak lagi menangis Namun lebih pilu Hingga penantian bagai kawan dan musuh Dewasa cinta mungkin tak lagi tamak Tak lagi cerita cita berlimpah waktu Oh hanya dia..dan tetap dia Seperti lagu yang liriknya jatuh cinta Cinta yang bertemu dalam proses dewasa Bagaimana mekarnya? Bagaimana berakarnya? Masihkah banyak gugup dan cemas? Bagaimanapun, dewasa cinta... Jadilah hangat kasih yang menjaga Kekuatan untuk berjalan bersama Ketenangan saling melindungi Mendamaikan kita