Payung rindu genggaman di redup hujan
Tersenyum antara malu sepasang tatap
Jalan ingin berjumpa lampu dibasahi hujan
Melangkah kecil ke ujung jalan
Sedikit percakapan di samping aliran kecil
Jarum jam rindu di sepanjang bangku
Antara cemas kesal dan bersemangat
Mereka berlalu tapi tidak dipedulikan
Di sekeliling bising tapi satu suara ditunggu
Angin rindu hempasan mengikuti arus
Memakan waktu seperti tidak berkendara
Tawa kecil melintas daun jatuh
Melewati putaran air luas yang hijau terbias pohon
Piring rindu walau hemat berbagi
Dalam kurang tetap menghargai
Langit semakin malam lupa waktu
Sajiannya ternyata sudah tidak ada
Jari rindu sederhana menggenggam
Duduk santai berpikir ringan
Lebih dalam makna dari banyak kata
Dikenal aroma siapa di sana
Kenang manis agar tetap begitu
Berhenti di kenang itu
Agar tetap indah pada tangkainya
Agar jadi bagian baik
Bukan untuk karena siapa
Diri rindu pada kenang baik
Created by: Ismi
Tersenyum antara malu sepasang tatap
Jalan ingin berjumpa lampu dibasahi hujan
Melangkah kecil ke ujung jalan
Sedikit percakapan di samping aliran kecil
Jarum jam rindu di sepanjang bangku
Antara cemas kesal dan bersemangat
Mereka berlalu tapi tidak dipedulikan
Di sekeliling bising tapi satu suara ditunggu
Angin rindu hempasan mengikuti arus
Memakan waktu seperti tidak berkendara
Tawa kecil melintas daun jatuh
Melewati putaran air luas yang hijau terbias pohon
Piring rindu walau hemat berbagi
Dalam kurang tetap menghargai
Langit semakin malam lupa waktu
Sajiannya ternyata sudah tidak ada
Jari rindu sederhana menggenggam
Duduk santai berpikir ringan
Lebih dalam makna dari banyak kata
Dikenal aroma siapa di sana
Kenang manis agar tetap begitu
Berhenti di kenang itu
Agar tetap indah pada tangkainya
Agar jadi bagian baik
Bukan untuk karena siapa
Diri rindu pada kenang baik
Created by: Ismi
Komentar
Posting Komentar