Langsung ke konten utama

CATATAN - IKHLAS YANG ADIL

Pernah ketidaknyamanan itu banyak hadir
Yang jadi pekerjaan, yang rutin dilakukan
Rutinitas...
Dua tiga empat dan lebih yang berulang
Pengulangan di waktu temu waktu
Di rutinitas itu pernah sangat dirasakan
Tidak nyaman timbul lebih gelisah
Diisyaratkan tanda jenuh berangsur

Yang dikatakan tidak bermakna
Seperti jadinya memilih tidak berkata saja
Mengungkapkan juga bingung yang ada
Diungkap dari mana dan bagaimana
Yang diucap bukan sebenarnya yang dirasa
Bagaimana diluapkan
Jadi terbata tak teratur
Tidak terucap pada intinya

Sepertinya menjauh pada diri sendiri
Pastikan titiknya dimulai di mana
Karena kertas yang kosong jadi terlalu luas
Tentukan dimana
Titik itu berubah garis dan menjadi bentuk
Lebih baik begitu daripada kertas kosong
Pikirkan lagi
Pikirkan bukan untuk alasan
Pikirkan untuk memutuskan
Buat tindakan pada fokus satu arah
Fokuskan satu arah
Daripada banyak cabang memakan waktu

Tidak apa target itu harus tetap ada
Tidak tau langkah yang dituju itu mengerikan
Karena nantinya hidup juga berakhir dengan tujuan
Targetkan sebagai acuan
Sebagai evaluasi dan perbaikan

Di masa yang mana berkata kerja tanpa kerja
Itu juga menyeram
Pada akhir kata ikhlas menjadi adil
Karena ikhlas setelah ditemani tindakan
Tidak mencurangi dengan berdiam diri saja

Hingga kapan waktu terbuang sia-sia
Tegaskan saat semakin melemah
Ikhlas menjadi adil di sana

Created by: Ismi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN - DARI MEREKA YANG BERPISAH

Dia mendengar dalam bingung Terlebih takut hadapi rasa bersalah Aku berkata dalam ego Dari banyak kecewa yang terpendam Dia dan aku, Berjalan bersama di sisi berbeda Tanpa menoleh satu sama lain Bersama namun sepi Apa yang di tunggu di sana Setiap langkahnya hanya bawa luka Tawa dahulu semakin tertinggal saja Dan kian merunduk menutupi duka Berapa lama lagi berjalan? Siapa yang mampu lagi? Sesungguhnya tidak ada Karena tanpa diduga Mungkin di sana hanya sebuah jalan buntu Mungkin di sana hanya jalan terputus ngarai Aku semakin sedih Dia semakin menyesal Tidak mudah berpisah Namun bukannya itu yang terbaik? Jalan yang sulit dipilih Tapi mungkin berpisahlah, jalan untuk saling menyelamatkan Created by : Ismi

SURAT 2025 (1) SURAT UNTUK SI PERTAMA

Cinta itu rumit Cinta bisa menghancurkan sehancur-hancurnya, medatangkan gelap gulita, membuat tidak bisa melihat jalan ke luar. Cinta juga bisa menghangatkan, seperti terang benderang yang menbutakan, hati yang bimbang akan benar dan salah, kebahagian yang bisa melupakan nurani. Cinta bisa menyembuhkan dan meracuni. Aku membaca kembali lembaran-lembaran tulisanku di tahun 2011 yang masih banyak tentangmu. Mungkin kamu bukan cinta. Kami si pertama untukku. Tidak lagi kuceritakan awal mulai, sudah banyak pada lembaran lain di lampau. Tapi kali ini, mengingatmu kembali seperti pada cerita-cerita sebelumnya. Sekali lagi ku tulis, "Apa kabar?"

CATATAN : DEWASANYA CINTA

Sulit pada kata, juga sulit bersikap Sulit menerka, bahkan lebih sulit memulai Dewasa cinta dalam insan yang masih rindu bunga Akhirnya berujung lamunan berandai-andai Hambar pada rasa, juga hilang asa Hambar pada jiwa, bahkan mungkin mati rasa Begitu? harapan yang pudar pada uap cermin yang masih memantulkan bayangan Berawal jadi nampak semu Sedih pada masa lalu, juga terbawa hingga kini Sedih saat ini, bahkan tidak lagi menangis Namun lebih pilu Hingga penantian bagai kawan dan musuh Dewasa cinta mungkin tak lagi tamak Tak lagi cerita cita berlimpah waktu Oh hanya dia..dan tetap dia Seperti lagu yang liriknya jatuh cinta Cinta yang bertemu dalam proses dewasa Bagaimana mekarnya? Bagaimana berakarnya? Masihkah banyak gugup dan cemas? Bagaimanapun, dewasa cinta... Jadilah hangat kasih yang menjaga Kekuatan untuk berjalan bersama Ketenangan saling melindungi Mendamaikan kita