Langsung ke konten utama

CATATAN - RAIH TANGANKU SEBELUM NADA LAINNYA

Ada yang ingin ingin ingin sekali
Aku lakukan...
Seperti permen besar di antara berjuta
Seperti awan yang kulihat
Bagai kembang gula
Seperti itu tentang apa yang kuingin ini

Kala kita sampai di pantai
Deburan ombak jadi intro tak tertandingi
Angin melakukan harmonisasi
Telapak kaki menyapa pasir
Bertelanjang kaki di bawah langit
Raihlah tanganku sebelum nada lainnya
Kita berdansa tanpa ketuk instruksi
Hanya berdansa ikuti hati

Kala kita sampai di suatu bukit
Fajar terbitkan bauran sinar bagi diri
Atas helaian daun masih basah
Bahkan bulan belum ucapkan salam jumpa
Kicauan burung jadi lagu pembuka
Raihlah tanganku sebelum nada lainnya
Kita berdansa tanpa dasi jas dan gaun
Hanya berdansa apa adanya

Kala kita ada di lapang yang hijau
Tak ada selain gunung dan pepohonan
Layang-layang lebih indah
dari lampu kristal
Senda gurau bocah jadi musik canda
Raihlah tanganku sebelum nada lainnya
Kita berdansa tanpa hias mengkilau
Kita berdansa temani matahari di sana

Banyak waktu mudah buat lupa
Lebih banyak lagi mata hati tertutup
Waktu mengesankan ini
Mana boleh dilewati sendu
Raihlah tanganku, kita berdansa
Dengan hati yang dipenuhi
Syukur dan suka cita


Created by: Ismi




Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN - DARI MEREKA YANG BERPISAH

Dia mendengar dalam bingung Terlebih takut hadapi rasa bersalah Aku berkata dalam ego Dari banyak kecewa yang terpendam Dia dan aku, Berjalan bersama di sisi berbeda Tanpa menoleh satu sama lain Bersama namun sepi Apa yang di tunggu di sana Setiap langkahnya hanya bawa luka Tawa dahulu semakin tertinggal saja Dan kian merunduk menutupi duka Berapa lama lagi berjalan? Siapa yang mampu lagi? Sesungguhnya tidak ada Karena tanpa diduga Mungkin di sana hanya sebuah jalan buntu Mungkin di sana hanya jalan terputus ngarai Aku semakin sedih Dia semakin menyesal Tidak mudah berpisah Namun bukannya itu yang terbaik? Jalan yang sulit dipilih Tapi mungkin berpisahlah, jalan untuk saling menyelamatkan Created by : Ismi

SURAT 2025 (1) SURAT UNTUK SI PERTAMA

Cinta itu rumit Cinta bisa menghancurkan sehancur-hancurnya, medatangkan gelap gulita, membuat tidak bisa melihat jalan ke luar. Cinta juga bisa menghangatkan, seperti terang benderang yang menbutakan, hati yang bimbang akan benar dan salah, kebahagian yang bisa melupakan nurani. Cinta bisa menyembuhkan dan meracuni. Aku membaca kembali lembaran-lembaran tulisanku di tahun 2011 yang masih banyak tentangmu. Mungkin kamu bukan cinta. Kami si pertama untukku. Tidak lagi kuceritakan awal mulai, sudah banyak pada lembaran lain di lampau. Tapi kali ini, mengingatmu kembali seperti pada cerita-cerita sebelumnya. Sekali lagi ku tulis, "Apa kabar?"

CATATAN : DEWASANYA CINTA

Sulit pada kata, juga sulit bersikap Sulit menerka, bahkan lebih sulit memulai Dewasa cinta dalam insan yang masih rindu bunga Akhirnya berujung lamunan berandai-andai Hambar pada rasa, juga hilang asa Hambar pada jiwa, bahkan mungkin mati rasa Begitu? harapan yang pudar pada uap cermin yang masih memantulkan bayangan Berawal jadi nampak semu Sedih pada masa lalu, juga terbawa hingga kini Sedih saat ini, bahkan tidak lagi menangis Namun lebih pilu Hingga penantian bagai kawan dan musuh Dewasa cinta mungkin tak lagi tamak Tak lagi cerita cita berlimpah waktu Oh hanya dia..dan tetap dia Seperti lagu yang liriknya jatuh cinta Cinta yang bertemu dalam proses dewasa Bagaimana mekarnya? Bagaimana berakarnya? Masihkah banyak gugup dan cemas? Bagaimanapun, dewasa cinta... Jadilah hangat kasih yang menjaga Kekuatan untuk berjalan bersama Ketenangan saling melindungi Mendamaikan kita