Harta hijau curi jatuh hatiku
Salam kearifan pada jejak di tanah
Salam kepatuhan pada Sang Pencipta alam
Penuhi ronggamu dengan udara syukur
Di ujung kedua mata kami tahan tangis
Dalam dua rasa syukur & prihatin
Dingin memekik kulit bukan nurani
Hangat karena saling bersatu padu
Ada asa ada doa ada sentuh pembuktian
Di mana raga ditunggu alam
untuk jadi sahabat
Di ufuk negeri mustahil kami tak bangga
Kala kami dapat tunduk pada Pemiliknya
Agar menjaga tangan dan pikiran
yang mudah berbuat lalai
Kabut dan awan bercengkrama
Menyapa di hari kami buka mata
Bangunkan juga hatimu di sana
Alam ini juga titipan
Semuanya akan dikembalikan
Apa milik kita?
Selain perbuatan bersahaja
Yang lainnya justru menjerumuskan
Alam ini juga titipan
Kelak sulit membayangkan
Sekarang sudah bersyukurkah?
Kedua mata masih melihat indahnya
Hati masih rasakan damainya
Indra perasa masih sentuh daun dan bunga
Datang atau kembalilah
Bukan untuk mengambil banyak
Tapi juga memberi kembali padanya
Created by: Ismi
Salam kearifan pada jejak di tanah
Salam kepatuhan pada Sang Pencipta alam
Penuhi ronggamu dengan udara syukur
Di ujung kedua mata kami tahan tangis
Dalam dua rasa syukur & prihatin
Dingin memekik kulit bukan nurani
Hangat karena saling bersatu padu
Ada asa ada doa ada sentuh pembuktian
Di mana raga ditunggu alam
untuk jadi sahabat
Di ufuk negeri mustahil kami tak bangga
Kala kami dapat tunduk pada Pemiliknya
Agar menjaga tangan dan pikiran
yang mudah berbuat lalai
Kabut dan awan bercengkrama
Menyapa di hari kami buka mata
Bangunkan juga hatimu di sana
Alam ini juga titipan
Semuanya akan dikembalikan
Apa milik kita?
Selain perbuatan bersahaja
Yang lainnya justru menjerumuskan
Alam ini juga titipan
Kelak sulit membayangkan
Sekarang sudah bersyukurkah?
Kedua mata masih melihat indahnya
Hati masih rasakan damainya
Indra perasa masih sentuh daun dan bunga
Datang atau kembalilah
Bukan untuk mengambil banyak
Tapi juga memberi kembali padanya
Created by: Ismi
Komentar
Posting Komentar