Langsung ke konten utama

CATATAN - ALAMI INI TITIPAN

Harta hijau curi jatuh hatiku
Salam kearifan pada jejak di tanah
Salam kepatuhan pada Sang Pencipta alam
Penuhi ronggamu dengan udara syukur
Di ujung kedua mata kami tahan tangis
Dalam dua rasa syukur & prihatin

Dingin memekik kulit bukan nurani
Hangat karena saling bersatu padu
Ada asa ada doa ada sentuh pembuktian
Di mana raga ditunggu alam
untuk jadi sahabat

Di ufuk negeri mustahil kami tak bangga
Kala kami dapat tunduk pada Pemiliknya
Agar menjaga tangan dan pikiran
yang mudah berbuat lalai

Kabut dan awan bercengkrama
Menyapa di hari kami buka mata
Bangunkan juga hatimu di sana

Alam ini juga titipan
Semuanya akan dikembalikan
Apa milik kita?
Selain perbuatan bersahaja
Yang lainnya justru menjerumuskan

Alam ini juga titipan
Kelak sulit membayangkan
Sekarang sudah bersyukurkah?
Kedua mata masih melihat indahnya
Hati masih rasakan damainya
Indra perasa masih sentuh daun dan bunga
Datang atau kembalilah
Bukan untuk mengambil banyak
Tapi juga memberi kembali padanya


Created by: Ismi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN - DARI MEREKA YANG BERPISAH

Dia mendengar dalam bingung Terlebih takut hadapi rasa bersalah Aku berkata dalam ego Dari banyak kecewa yang terpendam Dia dan aku, Berjalan bersama di sisi berbeda Tanpa menoleh satu sama lain Bersama namun sepi Apa yang di tunggu di sana Setiap langkahnya hanya bawa luka Tawa dahulu semakin tertinggal saja Dan kian merunduk menutupi duka Berapa lama lagi berjalan? Siapa yang mampu lagi? Sesungguhnya tidak ada Karena tanpa diduga Mungkin di sana hanya sebuah jalan buntu Mungkin di sana hanya jalan terputus ngarai Aku semakin sedih Dia semakin menyesal Tidak mudah berpisah Namun bukannya itu yang terbaik? Jalan yang sulit dipilih Tapi mungkin berpisahlah, jalan untuk saling menyelamatkan Created by : Ismi

SURAT 2025 (1) SURAT UNTUK SI PERTAMA

Cinta itu rumit Cinta bisa menghancurkan sehancur-hancurnya, medatangkan gelap gulita, membuat tidak bisa melihat jalan ke luar. Cinta juga bisa menghangatkan, seperti terang benderang yang menbutakan, hati yang bimbang akan benar dan salah, kebahagian yang bisa melupakan nurani. Cinta bisa menyembuhkan dan meracuni. Aku membaca kembali lembaran-lembaran tulisanku di tahun 2011 yang masih banyak tentangmu. Mungkin kamu bukan cinta. Kami si pertama untukku. Tidak lagi kuceritakan awal mulai, sudah banyak pada lembaran lain di lampau. Tapi kali ini, mengingatmu kembali seperti pada cerita-cerita sebelumnya. Sekali lagi ku tulis, "Apa kabar?"

CATATAN : DEWASANYA CINTA

Sulit pada kata, juga sulit bersikap Sulit menerka, bahkan lebih sulit memulai Dewasa cinta dalam insan yang masih rindu bunga Akhirnya berujung lamunan berandai-andai Hambar pada rasa, juga hilang asa Hambar pada jiwa, bahkan mungkin mati rasa Begitu? harapan yang pudar pada uap cermin yang masih memantulkan bayangan Berawal jadi nampak semu Sedih pada masa lalu, juga terbawa hingga kini Sedih saat ini, bahkan tidak lagi menangis Namun lebih pilu Hingga penantian bagai kawan dan musuh Dewasa cinta mungkin tak lagi tamak Tak lagi cerita cita berlimpah waktu Oh hanya dia..dan tetap dia Seperti lagu yang liriknya jatuh cinta Cinta yang bertemu dalam proses dewasa Bagaimana mekarnya? Bagaimana berakarnya? Masihkah banyak gugup dan cemas? Bagaimanapun, dewasa cinta... Jadilah hangat kasih yang menjaga Kekuatan untuk berjalan bersama Ketenangan saling melindungi Mendamaikan kita