Langsung ke konten utama

CERITA - DUA TAHUN LALU

Kuceritakan setelah dua tahun
Percaya yang ingin dipercaya
Lebih membuatnya jadi mudah
Hati jadi tenang
Jika itu yang sulit dipercaya?

Pura-pura tidak peduli
Jikapun ingin tidak ada gunanya
Hiraukan saja biarkan saja
Jika peduli bagaimana?

Melihat yang ingin dilihat
Jangan ingin banyak melihat
Membuat keluar haluan
Tidak lagi jangan
Jika ingin menemuinya?

Jadi lebih berkegiatan
Lebih banyak bicara
Tertawa sana sini
Baik-baik saja
Jika itu adalah cemas? 

Saat baru dilalui
Sendu bukan hanya sepanjang malam
Murung seharian
Nafsu makan hilang hingga dimuntahkan
Pusing berputar-putar
Panas hingga ke tenggorokan
Menusuk-nusuk dihati
Berteman bengkak bawah mata
Jadi tidak karuan
Keingintahuan berlebih
Mencari kesana kesana info sendiri
Terlebih akan lebih parah
Jika ada penolakan dan ketidakpedulian
Teman-teman datang ajak bicara
Diajak pergi kasana kesini
Menonton tayangan tapi melamun
Ingin dengar makian atau pujian?
Itupun jadi tidak tahu

Dimana itu bisa saja tidak tertahan
Air mata keluar begitu saja
Sesak seperti habis dimarahi banyak orang
Ruang itu kosong terbuka
Kehilangan menyakitkan
Tega..tega..tega kenapa tega?
Sepi..sepi..sepi...
Hhaaaaaa itu yang pernah terlalui

Apa yang lain pernah merasakan juga?
YA
Apa kacau dan melakukan yang berbeda dari biasanya?
YA
Untukmu yang sedang melaluinya
Suatu hari giliranmu bercerita
Dalam keadaan dirimu yang kembali
Sebelum kejadian itu datang
Tapi sudah berubah
Dengan nilai tambah
Saat dimaknai dirimu yang tegar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN - DARI MEREKA YANG BERPISAH

Dia mendengar dalam bingung Terlebih takut hadapi rasa bersalah Aku berkata dalam ego Dari banyak kecewa yang terpendam Dia dan aku, Berjalan bersama di sisi berbeda Tanpa menoleh satu sama lain Bersama namun sepi Apa yang di tunggu di sana Setiap langkahnya hanya bawa luka Tawa dahulu semakin tertinggal saja Dan kian merunduk menutupi duka Berapa lama lagi berjalan? Siapa yang mampu lagi? Sesungguhnya tidak ada Karena tanpa diduga Mungkin di sana hanya sebuah jalan buntu Mungkin di sana hanya jalan terputus ngarai Aku semakin sedih Dia semakin menyesal Tidak mudah berpisah Namun bukannya itu yang terbaik? Jalan yang sulit dipilih Tapi mungkin berpisahlah, jalan untuk saling menyelamatkan Created by : Ismi

SURAT 2025 (1) SURAT UNTUK SI PERTAMA

Cinta itu rumit Cinta bisa menghancurkan sehancur-hancurnya, medatangkan gelap gulita, membuat tidak bisa melihat jalan ke luar. Cinta juga bisa menghangatkan, seperti terang benderang yang menbutakan, hati yang bimbang akan benar dan salah, kebahagian yang bisa melupakan nurani. Cinta bisa menyembuhkan dan meracuni. Aku membaca kembali lembaran-lembaran tulisanku di tahun 2011 yang masih banyak tentangmu. Mungkin kamu bukan cinta. Kami si pertama untukku. Tidak lagi kuceritakan awal mulai, sudah banyak pada lembaran lain di lampau. Tapi kali ini, mengingatmu kembali seperti pada cerita-cerita sebelumnya. Sekali lagi ku tulis, "Apa kabar?"

CATATAN : DEWASANYA CINTA

Sulit pada kata, juga sulit bersikap Sulit menerka, bahkan lebih sulit memulai Dewasa cinta dalam insan yang masih rindu bunga Akhirnya berujung lamunan berandai-andai Hambar pada rasa, juga hilang asa Hambar pada jiwa, bahkan mungkin mati rasa Begitu? harapan yang pudar pada uap cermin yang masih memantulkan bayangan Berawal jadi nampak semu Sedih pada masa lalu, juga terbawa hingga kini Sedih saat ini, bahkan tidak lagi menangis Namun lebih pilu Hingga penantian bagai kawan dan musuh Dewasa cinta mungkin tak lagi tamak Tak lagi cerita cita berlimpah waktu Oh hanya dia..dan tetap dia Seperti lagu yang liriknya jatuh cinta Cinta yang bertemu dalam proses dewasa Bagaimana mekarnya? Bagaimana berakarnya? Masihkah banyak gugup dan cemas? Bagaimanapun, dewasa cinta... Jadilah hangat kasih yang menjaga Kekuatan untuk berjalan bersama Ketenangan saling melindungi Mendamaikan kita