Di balik dua daun pintu kau intip hujan
Atap yang tidak tinggi dari dasar
Dindingnya putih gading dan putih abu
Dua bangku rotan berdampingan
Kini kau beralih menatapku teduh
Teduh yang ku lihat darimu saat itu
Raih jemari mendekati pintu
Terbuka angin masuk ke ruangan
Kami berjalan menuju teras depan
Hujan tidak mendinginkan untuk di dalam
Gerimis yang begitu banyak
Di antara masih ada celah sinar
Sehangat jemari mengisi temu celahnya
Nikmati hujan kala itu
Memori berjalan namun seakan diam
Bersandar santai berbincang ringan
Menikmati hujan yang masih ada
Katamu nanti berkisah esok
Bermimpi bersama pada keinginan
Tawa candaan diantara bunyi air
Di depan teras aku mengaguminya
Created by : Ismi
Atap yang tidak tinggi dari dasar
Dindingnya putih gading dan putih abu
Dua bangku rotan berdampingan
Kini kau beralih menatapku teduh
Teduh yang ku lihat darimu saat itu
Raih jemari mendekati pintu
Terbuka angin masuk ke ruangan
Kami berjalan menuju teras depan
Hujan tidak mendinginkan untuk di dalam
Gerimis yang begitu banyak
Di antara masih ada celah sinar
Sehangat jemari mengisi temu celahnya
Nikmati hujan kala itu
Memori berjalan namun seakan diam
Bersandar santai berbincang ringan
Menikmati hujan yang masih ada
Katamu nanti berkisah esok
Bermimpi bersama pada keinginan
Tawa candaan diantara bunyi air
Di depan teras aku mengaguminya
Created by : Ismi
Komentar
Posting Komentar