Di balik aku menatapnya
Disaat angin pertemukan daun membuat suara
Berteduh di bawah lingkarannya
Makin jauh di balik aku menatapnya
Indahnya ciptaanMu diperlihatkan padaku
Di lekukan garis senyumnya
Di kedua coklat bola matanya
Ruang terbuka itu begitu luas
Hamparannya hijau anginnya sejuk
Seperti berada di sana
Saat mendapat senyum itu darinya
Makin lama dengannya
Nyaman itu semakin dirasa
Dia adalah satu-satunya dia
Itulah betul-betul dirinya yang ku tau
Tidak bergimik tidak memanipulasi
Mengenal dia yang begitulah adanya
Keistimewaan dari sikap biasa jadi tidak biasa, berartinya..
Waktu itu semakin sore
Berlama-lama tapi jadi terasa sebentar
Jika dengannya aku sangat menyukainya
Created : by Ismi
Disaat angin pertemukan daun membuat suara
Berteduh di bawah lingkarannya
Makin jauh di balik aku menatapnya
Indahnya ciptaanMu diperlihatkan padaku
Di lekukan garis senyumnya
Di kedua coklat bola matanya
Ruang terbuka itu begitu luas
Hamparannya hijau anginnya sejuk
Seperti berada di sana
Saat mendapat senyum itu darinya
Makin lama dengannya
Nyaman itu semakin dirasa
Dia adalah satu-satunya dia
Itulah betul-betul dirinya yang ku tau
Tidak bergimik tidak memanipulasi
Mengenal dia yang begitulah adanya
Keistimewaan dari sikap biasa jadi tidak biasa, berartinya..
Waktu itu semakin sore
Berlama-lama tapi jadi terasa sebentar
Jika dengannya aku sangat menyukainya
Created : by Ismi
Komentar
Posting Komentar