Langsung ke konten utama

CATATAN - MENATAP DIA

Aku melihatnya, menatap dia
Yang saat itu masih ada di hadapanku
Rasanya aku merasa tidak pernah cukup
Itu bertambah lagi, saat aku menemukan pandangannya
Pandangannya tidak benar-benar mengarah padaku
Yang aku sadari setelah jarak nyata walau tidak terucap
Jauh terasa walau sangat dekat
Jadi situasi ini terjadi
Seperti kebersamaan yang tidak pernah ku duga dengannya
Permulaan ini berakhir juga jauh dari dugaan
Namun apa yang dirasakan sulit menipu

Aku ingin sekali cukup baginya kala itu
Menahan redam satu persatu
Justru memperburuk kala diri tak bisa menampung kembali
Ingin melepasnya yang jelas ingin pergi
Tapi justru tangan ingin menggenggamnya erat-erat
Dan usahaku sudah tak mampu lagi menahannya

Pernah kuputuskan menunggu
Saat apa yang diinginkannya tergapai
Berharap ia akan ingat untuk kembali
Tapi mungkin bukan aku dalam tujuannya
Sehingga apa yang kutunggu itu tidak lagi datang
Kemudian aku mengerti
Untuk berhenti
Karena setelahnya aku juga tersadar
Saat menatapnya bahkan diwaktu terakhir bersama
Dia mencari, masih mencari
Walau saat itu aku disana
Akhirnya aku mengerti
Akhirnya..perlahan aku melepaskan
Membiarkannya mencari
Dan aku berhenti tapi justru untuk memulai lagi




Created by : Ismi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN - DARI MEREKA YANG BERPISAH

Dia mendengar dalam bingung Terlebih takut hadapi rasa bersalah Aku berkata dalam ego Dari banyak kecewa yang terpendam Dia dan aku, Berjalan bersama di sisi berbeda Tanpa menoleh satu sama lain Bersama namun sepi Apa yang di tunggu di sana Setiap langkahnya hanya bawa luka Tawa dahulu semakin tertinggal saja Dan kian merunduk menutupi duka Berapa lama lagi berjalan? Siapa yang mampu lagi? Sesungguhnya tidak ada Karena tanpa diduga Mungkin di sana hanya sebuah jalan buntu Mungkin di sana hanya jalan terputus ngarai Aku semakin sedih Dia semakin menyesal Tidak mudah berpisah Namun bukannya itu yang terbaik? Jalan yang sulit dipilih Tapi mungkin berpisahlah, jalan untuk saling menyelamatkan Created by : Ismi

SURAT 2025 (1) SURAT UNTUK SI PERTAMA

Cinta itu rumit Cinta bisa menghancurkan sehancur-hancurnya, medatangkan gelap gulita, membuat tidak bisa melihat jalan ke luar. Cinta juga bisa menghangatkan, seperti terang benderang yang menbutakan, hati yang bimbang akan benar dan salah, kebahagian yang bisa melupakan nurani. Cinta bisa menyembuhkan dan meracuni. Aku membaca kembali lembaran-lembaran tulisanku di tahun 2011 yang masih banyak tentangmu. Mungkin kamu bukan cinta. Kami si pertama untukku. Tidak lagi kuceritakan awal mulai, sudah banyak pada lembaran lain di lampau. Tapi kali ini, mengingatmu kembali seperti pada cerita-cerita sebelumnya. Sekali lagi ku tulis, "Apa kabar?"

CATATAN : DEWASANYA CINTA

Sulit pada kata, juga sulit bersikap Sulit menerka, bahkan lebih sulit memulai Dewasa cinta dalam insan yang masih rindu bunga Akhirnya berujung lamunan berandai-andai Hambar pada rasa, juga hilang asa Hambar pada jiwa, bahkan mungkin mati rasa Begitu? harapan yang pudar pada uap cermin yang masih memantulkan bayangan Berawal jadi nampak semu Sedih pada masa lalu, juga terbawa hingga kini Sedih saat ini, bahkan tidak lagi menangis Namun lebih pilu Hingga penantian bagai kawan dan musuh Dewasa cinta mungkin tak lagi tamak Tak lagi cerita cita berlimpah waktu Oh hanya dia..dan tetap dia Seperti lagu yang liriknya jatuh cinta Cinta yang bertemu dalam proses dewasa Bagaimana mekarnya? Bagaimana berakarnya? Masihkah banyak gugup dan cemas? Bagaimanapun, dewasa cinta... Jadilah hangat kasih yang menjaga Kekuatan untuk berjalan bersama Ketenangan saling melindungi Mendamaikan kita