Saat mimpi terasa semakin menjauh....
1. Ketika diri sendiri memutuskan untuk tetap tidur (berkhayal), sehingga mimpi itu masih terasa dimiliki Si Pemimpi. Karena saat Si Pemimpi merasa terbangun, ada suatu ketakutan dan kecemasan terhadap kenyataan berbeda yang terjadi. Keragu - raguan selalu menjadi momok yang mempengaruhi Si Pemimpi agar tetap menjaga mimpinya dalam khayalan, agar tetap sama dengan yang diharapkannya.
2. Ketika diri sendiri enggan memiliki mimpi karena berbagai alasan eksternal yang mempengaruhi internal Si Pemimpi. Adanya tekanan, tuntutan, atau pengalaman pribadi membuat Si Pemimpi memupuskan keberanian, keinginan, dan jiwa penjelajah dalam benaknya untuk menemukan mimpi yang ingin dicapai.
3. Ketika hati meutup diri dan menciptakan suatu benteng dari adanya asa dan cita. Si Pemimpi membentuk konsep individualisme yang mengekang diri sendiri untuk melakukan kontak dengan dunia mimpi, sehingga sulit menemukan alasan terbentuknya mimpi yang akan diwujudkan.
Komentar
Posting Komentar