Langsung ke konten utama

Postingan

CATATAN - RAIH TANGANKU SEBELUM NADA LAINNYA

Ada yang ingin ingin ingin sekali Aku lakukan... Seperti permen besar di antara berjuta Seperti awan yang kulihat Bagai kembang gula Seperti itu tentang apa yang kuingin ini Kala kita sampai di pantai Deburan ombak jadi intro tak tertandingi Angin melakukan harmonisasi Telapak kaki menyapa pasir Bertelanjang kaki di bawah langit Raihlah tanganku sebelum nada lainnya Kita berdansa tanpa ketuk instruksi Hanya berdansa ikuti hati Kala kita sampai di suatu bukit Fajar terbitkan bauran sinar bagi diri Atas helaian daun masih basah Bahkan bulan belum ucapkan salam jumpa Kicauan burung jadi lagu pembuka Raihlah tanganku sebelum nada lainnya Kita berdansa tanpa dasi jas dan gaun Hanya berdansa apa adanya Kala kita ada di lapang yang hijau Tak ada selain gunung dan pepohonan Layang-layang lebih indah dari lampu kristal Senda gurau bocah jadi musik canda Raihlah tanganku sebelum nada lainnya Kita berdansa tanpa hias mengkilau Kita berdansa temani matahari di sana ...

CATATAN - ALAMI INI TITIPAN

Harta hijau curi jatuh hatiku Salam kearifan pada jejak di tanah Salam kepatuhan pada Sang Pencipta alam Penuhi ronggamu dengan udara syukur Di ujung kedua mata kami tahan tangis Dalam dua rasa syukur & prihatin Dingin memekik kulit bukan nurani Hangat karena saling bersatu padu Ada asa ada doa ada sentuh pembuktian Di mana raga ditunggu alam untuk jadi sahabat Di ufuk negeri mustahil kami tak bangga Kala kami dapat tunduk pada Pemiliknya Agar menjaga tangan dan pikiran yang mudah berbuat lalai Kabut dan awan bercengkrama Menyapa di hari kami buka mata Bangunkan juga hatimu di sana Alam ini juga titipan Semuanya akan dikembalikan Apa milik kita? Selain perbuatan bersahaja Yang lainnya justru menjerumuskan Alam ini juga titipan Kelak sulit membayangkan Sekarang sudah bersyukurkah? Kedua mata masih melihat indahnya Hati masih rasakan damainya Indra perasa masih sentuh daun dan bunga Datang atau kembalilah Bukan untuk mengambil banyak Tapi juga memb...

CATATAN - BERBAGI WAKTU BERHARGA

Terkadang aku terlalu dengar banyak Terkadang aku juga terlalu diam Terkadang hembusan nafasku panjang Terkadang dadaku terasa sesak Wajah asing, wajah yang ingin kuasingkan Ya seperti itu aku di antara mereka Aku juga bisa banyak bicara Melewati detik dengan penuh bahasan Orang-orang ini bisa buatku nyaman Dan..ada langit malam jadi terlalu gelap Ada jalan panjang berpenerang Namun terlihat sunyi Di bawah cahaya putih yang masih ada Aku teringat jalan pulang Kenapa? Kaki ini berat berdiam diri Mereka yang buat asing Orang yang membuat nyaman Tidak ada di sana Menunggu untuk sejenak Yang membuatku teringat kedipan Langkah kaki dan suara memanggil Mengajakku untuk pulang bersama Dua di antara kursi di kendaraan Dia menanyakan tentang hari ini Aku kembali bicara Aku kembali ingat Ada harapan, ada kekuatan Dia mempertahankan Dia dipertahankan Celah jari kami terisi Dan di hari seperti itu Senyumku kembali Sesaat dia datang Kami..berbagi waktu berharga ...

CATATAN - MENETAP DI HATI

Dalam pandangan mana kau tatap ketulusan? Sang surya mulai tenggelam, Namun binarmu tetap menyilaukan. Seteguk yang masuk hangat hati Tidak berlebih tidak kekurangan. Walau kamu adalah dua sisi, Aku sudah melihat keduanya. Bukankah kakimu juga berat pergi? Karena perjumpaan yang masih bagai kemarin. Seperti halnya cahaya kerlip yang nampak. Melihat dari pundak sampingmu Aku berpikir, bagaimana bisa? Aku menyerah pada sebuah ketulusan Yang telah datang untukku. Walau suara lonceng memeka telinga Suaramu mampu meredam keruh Di antara pendatang yang semu Kamu hadir jadi penetap Aku disini, biarkan Jangan kau merasa berat, karena aku disini, seperti kamu berada Berada untukku Juga menetap di hatimu Created by: Ismi Inspired Bukti

CATATAN - PERJUMPAAN KALA ITU

Mungkin mata ini terlalu takut Tapi hati ini berupaya berani Menatap indah warnanya Betul indah sekali Bukan gagah yang sombong Melainkan ketenangan yang teguh Adakah ia punya ambisi? Ambisi apa itu? Dalam sinar yang menghujani pagi Di balik embun yang meninggi Udara yang perlahan hangat Langkahnya melewati setapak tanah basah Lagi mata ini malu padanya Melihat jernih air Begitulah hatinya juga? Karena menyejukkan berada dengannya Siapa yang tak bingung dengan ini? Walau datangnya dari jauh Hati mudah saja akrab menerima Perjumpaan hadirkan kesan dalam Bagaimana nasib hari-hari esok? Jika ada usia bertemu lagi Sama halnya doa bisa bersatu Created by: Ismi Inspired of 1938

CATATAN - MANIS

Hal manis itu terkadang terjadi karena intensitas, tapi bisa juga sebaliknya Kenapa bisa terdengar kata terenyuh? Hanya karena membetulkan kerah baju yang terlipat Bisa jadi sesuatu yang rumit atau sangat sederhana Seperti mengambil daun kecil di helaian rambut Mendengar musik yang sama Duduk di waktu senja bicara ringan Terkadang juga suatu hari dengan persiapan panjang Atau hadiah dari karya Beberapa hari waktu luang Dari sekelumit kesibukan Hal manis itu terkadang layaknya coffe latte, atau secangkir teh hangat Sepotong kue gula? Ternyata banyak hal juga Lalu apa yang membingungkan? Memilih melakukan yang mana? Lakukan saja jika menginginkannya Melakukan dengan cara yang bagaimana Akan manis jika berasal dari hati yang tulus Iya kan??? Ya. Created by: Ismi

CATATAN - AKHIR CERITA

Karena di waktu-waktu ini melelahkan Aku tidak ingin berjumpa Kakiku ingin tetap berdiri Tempat aku hanya sendiri saja Aku tidak bisa jelaskan kenapa Tidak bisa Aku menatap layar penuh cahaya Menikmati saja bagaimana ceritanya Ikut tertawa ataupun haru Bagiku lebih dari waktu luang Di hari aku basah kuyup Di hari aku ingin bungkam Tapi yang kututup telinga Yang kuabaikan hati yang merasa Agar tidak merasakan apa-apa Agar tetap baik-baik saja Di saat itu ceritanya membawaku pergi Dari sesuatu yang aku tidak ingin Di sana, merasakannya, dan memikirkannya Aku tidak ingin Walau itu hanya tokoh cerita Tidak masalah untukku Karena itu sebuah cerita saja Lalu aku pelajari Seperti apa yang kulihat Apa yang ku alami Akan terlewati Akan berganti kisah baru Akan berakhir Karena setiap cerita memiliki akhir Created by: Ismi Inspired of Terms of Romance