Kayu yang telah meng-abu tetap diam disana Disana tanpa bicara dalam percik Selalu berupaya menghangatkan ruangan Dalam serpih kecil api kau lihat pergi Karena waktu setia berteman ke kanan Jika satu mungkin sulit ruang itu hangat Ada beberapa kayu lainnya Antara tembok bata bertemu Tetap menatap dalam warna menyala dan redup Sudah nyamankah di sana, ditempat duduknya sekarang Syukurlah..saat kayu meng-abu semakin habis Akan hilang tanpa beban lagi padanya Semua ingatannya dimana dia di sana Karena waktu setia berteman ke kanan Akan terhenti hingga terakhir hangat yang bisa diberikan Apapun pandangannya, bagaimanapun hal diputuskan seketika Memilih kemudian lagi seketika Lalu apa? lalu bagamana? Jadi ya sudahlah Sudahlah saja karena selain itu apa Saat keputusan, diri yang pilih Menyala karena semua kecewa, tidak sehat Atau lebih baik semakin berdamai saja Jauh lebih baik begitu karena membawa juga lebih banyak kebaikan Bagaimana menutup semuanya kali ini? Pe...
Menulis cerita & catatan di waktu luang