Langsung ke konten utama

CATATAN - AKAN TAU (SENYUM HANGAT SAJA)

Kayu yang telah meng-abu tetap diam disana
Disana tanpa bicara dalam percik
Selalu berupaya menghangatkan ruangan
Dalam serpih kecil api kau lihat pergi
Karena waktu setia berteman ke kanan

Jika satu mungkin sulit ruang itu hangat
Ada beberapa kayu lainnya
Antara tembok bata bertemu
Tetap menatap dalam warna menyala dan redup
Sudah nyamankah di sana, ditempat duduknya sekarang
Syukurlah..saat kayu meng-abu semakin habis
Akan hilang tanpa beban lagi padanya
Semua ingatannya dimana dia di sana
Karena waktu setia berteman ke kanan
Akan terhenti hingga terakhir hangat yang bisa diberikan

Apapun pandangannya, bagaimanapun hal diputuskan seketika
Memilih kemudian lagi seketika
Lalu apa? lalu bagamana? Jadi ya sudahlah
Sudahlah saja karena selain itu apa
Saat keputusan, diri yang pilih
Menyala karena semua kecewa, tidak sehat
Atau lebih baik semakin berdamai saja
Jauh lebih baik begitu karena membawa juga lebih banyak kebaikan

Bagaimana menutup semuanya kali ini?
Penghargaan diri atas kemampuan
Lewati sangkaan, senyum hangat terasa damai
Ada pertemuan nanti dalam secangkir teh
Dengan dia di sana atau di sini
Lewati lagi sangkaan dalam hati
Ingin kebersamaan atau tidak
Waktu tetap setia ke kanan
Masih menatap dia di tempatnya, kayu meng-abu
Akan tau pada akhirnya kebaikan akan berbalas kebaikan
Tidak diharapkan dari dia di tempatnya
Tapi pada PenciptaNya
Yang akan memilih sarana terkabulnya doa


Created by : Ismi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN - DARI MEREKA YANG BERPISAH

Dia mendengar dalam bingung Terlebih takut hadapi rasa bersalah Aku berkata dalam ego Dari banyak kecewa yang terpendam Dia dan aku, Berjalan bersama di sisi berbeda Tanpa menoleh satu sama lain Bersama namun sepi Apa yang di tunggu di sana Setiap langkahnya hanya bawa luka Tawa dahulu semakin tertinggal saja Dan kian merunduk menutupi duka Berapa lama lagi berjalan? Siapa yang mampu lagi? Sesungguhnya tidak ada Karena tanpa diduga Mungkin di sana hanya sebuah jalan buntu Mungkin di sana hanya jalan terputus ngarai Aku semakin sedih Dia semakin menyesal Tidak mudah berpisah Namun bukannya itu yang terbaik? Jalan yang sulit dipilih Tapi mungkin berpisahlah, jalan untuk saling menyelamatkan Created by : Ismi

SURAT 2025 (1) SURAT UNTUK SI PERTAMA

Cinta itu rumit Cinta bisa menghancurkan sehancur-hancurnya, medatangkan gelap gulita, membuat tidak bisa melihat jalan ke luar. Cinta juga bisa menghangatkan, seperti terang benderang yang menbutakan, hati yang bimbang akan benar dan salah, kebahagian yang bisa melupakan nurani. Cinta bisa menyembuhkan dan meracuni. Aku membaca kembali lembaran-lembaran tulisanku di tahun 2011 yang masih banyak tentangmu. Mungkin kamu bukan cinta. Kami si pertama untukku. Tidak lagi kuceritakan awal mulai, sudah banyak pada lembaran lain di lampau. Tapi kali ini, mengingatmu kembali seperti pada cerita-cerita sebelumnya. Sekali lagi ku tulis, "Apa kabar?"

CATATAN : DEWASANYA CINTA

Sulit pada kata, juga sulit bersikap Sulit menerka, bahkan lebih sulit memulai Dewasa cinta dalam insan yang masih rindu bunga Akhirnya berujung lamunan berandai-andai Hambar pada rasa, juga hilang asa Hambar pada jiwa, bahkan mungkin mati rasa Begitu? harapan yang pudar pada uap cermin yang masih memantulkan bayangan Berawal jadi nampak semu Sedih pada masa lalu, juga terbawa hingga kini Sedih saat ini, bahkan tidak lagi menangis Namun lebih pilu Hingga penantian bagai kawan dan musuh Dewasa cinta mungkin tak lagi tamak Tak lagi cerita cita berlimpah waktu Oh hanya dia..dan tetap dia Seperti lagu yang liriknya jatuh cinta Cinta yang bertemu dalam proses dewasa Bagaimana mekarnya? Bagaimana berakarnya? Masihkah banyak gugup dan cemas? Bagaimanapun, dewasa cinta... Jadilah hangat kasih yang menjaga Kekuatan untuk berjalan bersama Ketenangan saling melindungi Mendamaikan kita