Kayu yang telah meng-abu tetap diam disana
Disana tanpa bicara dalam percik
Selalu berupaya menghangatkan ruangan
Dalam serpih kecil api kau lihat pergi
Karena waktu setia berteman ke kanan
Jika satu mungkin sulit ruang itu hangat
Ada beberapa kayu lainnya
Antara tembok bata bertemu
Tetap menatap dalam warna menyala dan redup
Sudah nyamankah di sana, ditempat duduknya sekarang
Syukurlah..saat kayu meng-abu semakin habis
Akan hilang tanpa beban lagi padanya
Semua ingatannya dimana dia di sana
Karena waktu setia berteman ke kanan
Akan terhenti hingga terakhir hangat yang bisa diberikan
Apapun pandangannya, bagaimanapun hal diputuskan seketika
Memilih kemudian lagi seketika
Lalu apa? lalu bagamana? Jadi ya sudahlah
Sudahlah saja karena selain itu apa
Saat keputusan, diri yang pilih
Menyala karena semua kecewa, tidak sehat
Atau lebih baik semakin berdamai saja
Jauh lebih baik begitu karena membawa juga lebih banyak kebaikan
Bagaimana menutup semuanya kali ini?
Penghargaan diri atas kemampuan
Lewati sangkaan, senyum hangat terasa damai
Ada pertemuan nanti dalam secangkir teh
Dengan dia di sana atau di sini
Lewati lagi sangkaan dalam hati
Ingin kebersamaan atau tidak
Waktu tetap setia ke kanan
Masih menatap dia di tempatnya, kayu meng-abu
Akan tau pada akhirnya kebaikan akan berbalas kebaikan
Tidak diharapkan dari dia di tempatnya
Tapi pada PenciptaNya
Yang akan memilih sarana terkabulnya doa
Created by : Ismi
Disana tanpa bicara dalam percik
Selalu berupaya menghangatkan ruangan
Dalam serpih kecil api kau lihat pergi
Karena waktu setia berteman ke kanan
Jika satu mungkin sulit ruang itu hangat
Ada beberapa kayu lainnya
Antara tembok bata bertemu
Tetap menatap dalam warna menyala dan redup
Sudah nyamankah di sana, ditempat duduknya sekarang
Syukurlah..saat kayu meng-abu semakin habis
Akan hilang tanpa beban lagi padanya
Semua ingatannya dimana dia di sana
Karena waktu setia berteman ke kanan
Akan terhenti hingga terakhir hangat yang bisa diberikan
Apapun pandangannya, bagaimanapun hal diputuskan seketika
Memilih kemudian lagi seketika
Lalu apa? lalu bagamana? Jadi ya sudahlah
Sudahlah saja karena selain itu apa
Saat keputusan, diri yang pilih
Menyala karena semua kecewa, tidak sehat
Atau lebih baik semakin berdamai saja
Jauh lebih baik begitu karena membawa juga lebih banyak kebaikan
Bagaimana menutup semuanya kali ini?
Penghargaan diri atas kemampuan
Lewati sangkaan, senyum hangat terasa damai
Ada pertemuan nanti dalam secangkir teh
Dengan dia di sana atau di sini
Lewati lagi sangkaan dalam hati
Ingin kebersamaan atau tidak
Waktu tetap setia ke kanan
Masih menatap dia di tempatnya, kayu meng-abu
Akan tau pada akhirnya kebaikan akan berbalas kebaikan
Tidak diharapkan dari dia di tempatnya
Tapi pada PenciptaNya
Yang akan memilih sarana terkabulnya doa
Created by : Ismi
Komentar
Posting Komentar