Lumrah saja karena waktu berputar ke depan, ada pertemuan. Dalam kuasaNya ada waktu, tempat, situasi saling menemukan.
Ada waktu jadi sering bertemu, sering sama-sama. Ada waktu justru sebaliknya. Banyak kesempatan-kesempatan baik lainnya datang, bertambahlah teman-teman.
Yang sebelumnya, tetap sama, tetap teman. Yang disimpan dan terkoneksi dari pikiran ke hati - hati ke pikiran. Simpan dalam bagian memori otak tercanggih. Di salah satu ruang 'pertemanan' disimpan. Biar lagi eror, pikun, konslet sudah tersimpan di ruang yang tepat.
Hargai history-nya juga. Alhamdulillah dikasih kesempatan ada teman. Bisa juga teman ini nerima kondisi, senang sedih, udah susah terus nyusahin, pas nggak ada duit, terus alhamdulillah ada, pas makannya cuma bisa pake pecel telor atau tempe dua potong, makan mie yang disebut mie kuli, sampe alhamdulillah bisa makan pizza, makan yang menunya lebih beragam sampe sudah bisa ada yang traktir, pingin jalan-jalan gadein GPS nemu kalau duit kurang di jalan, sampe alhamdulillah bisa bayar masing-masing.
Bisa juga teman ini nerima kondisi paling nyebelin, bikin marah, emosi, bikin kecewa, kebiasaan yang nggak banget, udah susah nyusahin lagi alhamdulillah nerima.
Tapi, bukan berarti nggak pernah marahan, nggak pernah berantem, bukan berarti kata-katanya nggak pernah nyinggung hati & nyelekit. Eh..tapi kok udah gitu tetep bikin kangen yah, tetep bikin pingin ketemu. Berantemnya bukan cuma satu dua kali. Marah, kesel, baikan lagi. Maaf memaafkan.
Kalau lihat satu bintang tetep bagus, tetep indah juga. Tapi kalau bintangnya lebih banyak? Ternyata lebih bagus lagi, lebih indah. Ada juga satu malam, ada bintang meredup ada yang bersinar terang, besoknya gantian.
Nggak selamanya yang care bakal terus care, yang lagi cuek bakal terus cuek. Nggak selamanya inget, nggak selamanya lupa. Hari ini dia inget, saya lupa. Besok sebaliknya. Bener? Dalam hubungan apapun 'saling' bisa buat bertahan. Karena hari ini lagi males, besok giliran bisa jadi yang paling peduli.
Ada kejadian-kejadian yang 'nggak enak banget' tapi mungkin besok malah bikin senyum, bersyukur, jadi nikmat pembelajaran dan saling belajar.
Hari ini, besok, atau besoknya lagi dia temanmu sudah menjadi pemimpin keluarga, dia temanmu sudah menjadi pendamping hidup seseorang.
Siapa sangka hari ini ada kerja di tempatnya koteka, ada yang terdampar di 'Bandar' karena katanya pipis sembarangan. Siapa sangka ada yang sedang menunggu kloningannya lahir. Siapa sangka kemarin berencana hari ini terjadi. Hari ini yang terjadi di luar rencana.
Teman. Jadi tidak apa, sedang ada jarak atau begitu dekat karena teman sudah menghargai history-nya. Teman menjadi yang menerima dan saling belajar menerima kondisi. Hatinya akan ikut senang saat senang, keinginannya terpacu menyaksikan keberhasilan, dirinya akan intropeksi karena pembelajaran dalam pertemanan.
Dan semua keputusan sedang berjarak atau mendekat dalam upayanya yang sedang dilakukan tidak apa. Marah karena jarak hanya hari ini tidak terus-terusan. Karena biarpun kesal, tetap mengambil porsi sebagai pendukung dalam upaya-upaya menuju manfaat.
Tetap ada walau tangan tidak saling merangkul, mata tidak saling bertemu. Tetap ada. Ingat? Di dalam memori otak tercanggih yang terkoneksi pikiran ke hati-hati ke pikiran. Semua bisa jadi ada batasnya, tapi batas ada bisa hanya saat itu.
Ada yang hanya bisa mengingatkan dengan kata-kata, ada yang bisa mengingatkan dengan sikap, ada juga yang keduanya. Semuanya sama, saling mengingatkan.
10.30 WIB
writed by : ismi
Ada waktu jadi sering bertemu, sering sama-sama. Ada waktu justru sebaliknya. Banyak kesempatan-kesempatan baik lainnya datang, bertambahlah teman-teman.
Yang sebelumnya, tetap sama, tetap teman. Yang disimpan dan terkoneksi dari pikiran ke hati - hati ke pikiran. Simpan dalam bagian memori otak tercanggih. Di salah satu ruang 'pertemanan' disimpan. Biar lagi eror, pikun, konslet sudah tersimpan di ruang yang tepat.
Hargai history-nya juga. Alhamdulillah dikasih kesempatan ada teman. Bisa juga teman ini nerima kondisi, senang sedih, udah susah terus nyusahin, pas nggak ada duit, terus alhamdulillah ada, pas makannya cuma bisa pake pecel telor atau tempe dua potong, makan mie yang disebut mie kuli, sampe alhamdulillah bisa makan pizza, makan yang menunya lebih beragam sampe sudah bisa ada yang traktir, pingin jalan-jalan gadein GPS nemu kalau duit kurang di jalan, sampe alhamdulillah bisa bayar masing-masing.
Bisa juga teman ini nerima kondisi paling nyebelin, bikin marah, emosi, bikin kecewa, kebiasaan yang nggak banget, udah susah nyusahin lagi alhamdulillah nerima.
Tapi, bukan berarti nggak pernah marahan, nggak pernah berantem, bukan berarti kata-katanya nggak pernah nyinggung hati & nyelekit. Eh..tapi kok udah gitu tetep bikin kangen yah, tetep bikin pingin ketemu. Berantemnya bukan cuma satu dua kali. Marah, kesel, baikan lagi. Maaf memaafkan.
Kalau lihat satu bintang tetep bagus, tetep indah juga. Tapi kalau bintangnya lebih banyak? Ternyata lebih bagus lagi, lebih indah. Ada juga satu malam, ada bintang meredup ada yang bersinar terang, besoknya gantian.
Nggak selamanya yang care bakal terus care, yang lagi cuek bakal terus cuek. Nggak selamanya inget, nggak selamanya lupa. Hari ini dia inget, saya lupa. Besok sebaliknya. Bener? Dalam hubungan apapun 'saling' bisa buat bertahan. Karena hari ini lagi males, besok giliran bisa jadi yang paling peduli.
Ada kejadian-kejadian yang 'nggak enak banget' tapi mungkin besok malah bikin senyum, bersyukur, jadi nikmat pembelajaran dan saling belajar.
Hari ini, besok, atau besoknya lagi dia temanmu sudah menjadi pemimpin keluarga, dia temanmu sudah menjadi pendamping hidup seseorang.
Siapa sangka hari ini ada kerja di tempatnya koteka, ada yang terdampar di 'Bandar' karena katanya pipis sembarangan. Siapa sangka ada yang sedang menunggu kloningannya lahir. Siapa sangka kemarin berencana hari ini terjadi. Hari ini yang terjadi di luar rencana.
Teman. Jadi tidak apa, sedang ada jarak atau begitu dekat karena teman sudah menghargai history-nya. Teman menjadi yang menerima dan saling belajar menerima kondisi. Hatinya akan ikut senang saat senang, keinginannya terpacu menyaksikan keberhasilan, dirinya akan intropeksi karena pembelajaran dalam pertemanan.
Dan semua keputusan sedang berjarak atau mendekat dalam upayanya yang sedang dilakukan tidak apa. Marah karena jarak hanya hari ini tidak terus-terusan. Karena biarpun kesal, tetap mengambil porsi sebagai pendukung dalam upaya-upaya menuju manfaat.
Tetap ada walau tangan tidak saling merangkul, mata tidak saling bertemu. Tetap ada. Ingat? Di dalam memori otak tercanggih yang terkoneksi pikiran ke hati-hati ke pikiran. Semua bisa jadi ada batasnya, tapi batas ada bisa hanya saat itu.
Ada yang hanya bisa mengingatkan dengan kata-kata, ada yang bisa mengingatkan dengan sikap, ada juga yang keduanya. Semuanya sama, saling mengingatkan.
10.30 WIB
writed by : ismi
Komentar
Posting Komentar