Langsung ke konten utama

CATATAN - HIDUP DI HUTAN

Sakit sekali
Seakan tidak pernah ada sakit seperti ini
Ya Rabb..., begitu besar jiwa Rasullullah
Begitu malu kami sebagai hamba
Begitu besar tekadnya membela kebenaran dariMu

Karena ternyata begitu sulit
Memberi peringatan kepada makhluk
Sekalipun itu orang terdekat
Mungkin di mata mereka
Sangatlah tidak pantas
Mendengar peringatan dari orang ini
Sehingga mudah dianggap aneh

Tinggal saja di hutan katanya
Jika tidak ingin menerima kebiasaan
Kebiasaan dengar orang berkata kotor
Kebiasaan dengar orang berkata kasar
Kebiasaan hanyut dalam kesenangan dunia
Karena seperti itulah hidup
Seharusnya bisa menerima kebiasaan itu
Lagi pula bukan dosa mabuk atau mencuri
Jadi biasalah lalu biasakan saja hidup yang sudah seperti ini
Lagi pula itu kebiasaan bukan salah, apalagi dosa
Jika masih terusik maka pergilah tinggal di hutan!

Ya Rabb, hanya padaMu kami minta petunjuk
Hanya padaMu aku berpasrah diri
Hanya padaMu hamba akan kembali

Apakah hamba harus membiasakan diri
Hidup sosial dengan kebiasaan yang bertentangan
Karena jika hamba semakin bicara
Semakin hamba merasa sakit
Ampuni hamba
Ampuni kami
Jagalah niat kami, Ya Rabb
Dalam perjalanan menuju RidhoMu...

Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN - DARI MEREKA YANG BERPISAH

Dia mendengar dalam bingung Terlebih takut hadapi rasa bersalah Aku berkata dalam ego Dari banyak kecewa yang terpendam Dia dan aku, Berjalan bersama di sisi berbeda Tanpa menoleh satu sama lain Bersama namun sepi Apa yang di tunggu di sana Setiap langkahnya hanya bawa luka Tawa dahulu semakin tertinggal saja Dan kian merunduk menutupi duka Berapa lama lagi berjalan? Siapa yang mampu lagi? Sesungguhnya tidak ada Karena tanpa diduga Mungkin di sana hanya sebuah jalan buntu Mungkin di sana hanya jalan terputus ngarai Aku semakin sedih Dia semakin menyesal Tidak mudah berpisah Namun bukannya itu yang terbaik? Jalan yang sulit dipilih Tapi mungkin berpisahlah, jalan untuk saling menyelamatkan Created by : Ismi

SURAT 2025 (1) SURAT UNTUK SI PERTAMA

Cinta itu rumit Cinta bisa menghancurkan sehancur-hancurnya, medatangkan gelap gulita, membuat tidak bisa melihat jalan ke luar. Cinta juga bisa menghangatkan, seperti terang benderang yang menbutakan, hati yang bimbang akan benar dan salah, kebahagian yang bisa melupakan nurani. Cinta bisa menyembuhkan dan meracuni. Aku membaca kembali lembaran-lembaran tulisanku di tahun 2011 yang masih banyak tentangmu. Mungkin kamu bukan cinta. Kami si pertama untukku. Tidak lagi kuceritakan awal mulai, sudah banyak pada lembaran lain di lampau. Tapi kali ini, mengingatmu kembali seperti pada cerita-cerita sebelumnya. Sekali lagi ku tulis, "Apa kabar?"

CATATAN : DEWASANYA CINTA

Sulit pada kata, juga sulit bersikap Sulit menerka, bahkan lebih sulit memulai Dewasa cinta dalam insan yang masih rindu bunga Akhirnya berujung lamunan berandai-andai Hambar pada rasa, juga hilang asa Hambar pada jiwa, bahkan mungkin mati rasa Begitu? harapan yang pudar pada uap cermin yang masih memantulkan bayangan Berawal jadi nampak semu Sedih pada masa lalu, juga terbawa hingga kini Sedih saat ini, bahkan tidak lagi menangis Namun lebih pilu Hingga penantian bagai kawan dan musuh Dewasa cinta mungkin tak lagi tamak Tak lagi cerita cita berlimpah waktu Oh hanya dia..dan tetap dia Seperti lagu yang liriknya jatuh cinta Cinta yang bertemu dalam proses dewasa Bagaimana mekarnya? Bagaimana berakarnya? Masihkah banyak gugup dan cemas? Bagaimanapun, dewasa cinta... Jadilah hangat kasih yang menjaga Kekuatan untuk berjalan bersama Ketenangan saling melindungi Mendamaikan kita