Langsung ke konten utama

CATATAN - CUKUP

Aku khawatir pada uap di ujung lembab
Pelepasannya apa bertemu sampai jumpa
Sekilas sebentar saja
Tapi di bawah kedua mata ini sedih
Pergi tanpa kata pamit atau pisah
Bahkan tak diingat pada perhentiannya
Aku luka ingat uap yang terlupa

Tubuh bergetar pada sisa kecewa
Yang berwujud jadi bekas sakit
Sudah sembuhkan?
Mungkin belum
Karenanya masih tertinggal perih

Bukan air ingin bertemu api lagi
Bukan sekarang ingin kembali pada dulu
Nyatanya lebih sulit untuk dibayangkan
Semoga tak ada jalan kembali

Pasti ada sebab akibat
Begitulah asa bertemu rasa
Pasti ada saatnya
Perbuatan mendapat hasilnya

Putuskan saja tali sumbu yang mengikat
Menahan senja bertemu peraduan
Sungguh banyak sakit di sana
Di masa itu sulit berdamai dengan logika
Tidak akan berakhir baik
Bahkan bermulanya juga tidak

Pemain yang buruk adalah
Yang hanya mengejar kemenangan
Segala cara untuk kemenangan
Lalu setelah dapat
Dia cari pertandingan baru
Berkali-kali seperti itu sampai kapan?
Jangan lukai lagi seseorang
Demi pencarian yang tak bertuju
Menarik dan menghempaskan
Tanpa pikir panjang lagi?
Sudah berapa yang dihempas paksa
Hingga berapa banyak?
Tangis karena luka di sana
Janganlah lagi
Lebih baik yakinlah dulu
Sebelum ada hati lagi yang terjatuh
Cukup.

Created by : Ismi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN - DARI MEREKA YANG BERPISAH

Dia mendengar dalam bingung Terlebih takut hadapi rasa bersalah Aku berkata dalam ego Dari banyak kecewa yang terpendam Dia dan aku, Berjalan bersama di sisi berbeda Tanpa menoleh satu sama lain Bersama namun sepi Apa yang di tunggu di sana Setiap langkahnya hanya bawa luka Tawa dahulu semakin tertinggal saja Dan kian merunduk menutupi duka Berapa lama lagi berjalan? Siapa yang mampu lagi? Sesungguhnya tidak ada Karena tanpa diduga Mungkin di sana hanya sebuah jalan buntu Mungkin di sana hanya jalan terputus ngarai Aku semakin sedih Dia semakin menyesal Tidak mudah berpisah Namun bukannya itu yang terbaik? Jalan yang sulit dipilih Tapi mungkin berpisahlah, jalan untuk saling menyelamatkan Created by : Ismi

SURAT 2025 (1) SURAT UNTUK SI PERTAMA

Cinta itu rumit Cinta bisa menghancurkan sehancur-hancurnya, medatangkan gelap gulita, membuat tidak bisa melihat jalan ke luar. Cinta juga bisa menghangatkan, seperti terang benderang yang menbutakan, hati yang bimbang akan benar dan salah, kebahagian yang bisa melupakan nurani. Cinta bisa menyembuhkan dan meracuni. Aku membaca kembali lembaran-lembaran tulisanku di tahun 2011 yang masih banyak tentangmu. Mungkin kamu bukan cinta. Kami si pertama untukku. Tidak lagi kuceritakan awal mulai, sudah banyak pada lembaran lain di lampau. Tapi kali ini, mengingatmu kembali seperti pada cerita-cerita sebelumnya. Sekali lagi ku tulis, "Apa kabar?"

CATATAN : DEWASANYA CINTA

Sulit pada kata, juga sulit bersikap Sulit menerka, bahkan lebih sulit memulai Dewasa cinta dalam insan yang masih rindu bunga Akhirnya berujung lamunan berandai-andai Hambar pada rasa, juga hilang asa Hambar pada jiwa, bahkan mungkin mati rasa Begitu? harapan yang pudar pada uap cermin yang masih memantulkan bayangan Berawal jadi nampak semu Sedih pada masa lalu, juga terbawa hingga kini Sedih saat ini, bahkan tidak lagi menangis Namun lebih pilu Hingga penantian bagai kawan dan musuh Dewasa cinta mungkin tak lagi tamak Tak lagi cerita cita berlimpah waktu Oh hanya dia..dan tetap dia Seperti lagu yang liriknya jatuh cinta Cinta yang bertemu dalam proses dewasa Bagaimana mekarnya? Bagaimana berakarnya? Masihkah banyak gugup dan cemas? Bagaimanapun, dewasa cinta... Jadilah hangat kasih yang menjaga Kekuatan untuk berjalan bersama Ketenangan saling melindungi Mendamaikan kita