Langsung ke konten utama

CATATAN - SAMPAI TINGGAL NANTI

Jangan bilang benci,
Kala hati masih begitu banyak kerinduan
Kasihan, ragamu saja akan gusar kesulitan
Bagaimana dengan hatimu?

Jangan dorong emosi jadi luapan amarah,
Jika bimbang masih mengendap
di relung hati

Kemana langkah ingin bawamu berlari?
Mereka akan tahu juga
langkahmu yang jadi cepat
Hentikan saja lari yang tak tahu arah
Pedulikan matamu yang memerah

Sampaikan salam lewat waktu
Yang sulit membisu
Pada detik ini yang masih berputar
Apa sama pada detiknya di sana?

Awan saja mulai berubah bentuk
Hati juga mungkin nanti akan begitu
Tunggu saja angin kapan membantu
Kala biru berubah menjadi lesu
Atau lesu yang jadi masa peralihan
Untuk menemui warna yang lebih indah
Dari waktu lalu

Jangan tanya hati kapan akan begitu,
Pundakmu akan terdiam sejenak bingung
Lalu tanya itu belum terjawab

Asa itu akan terbenam di waktunya
Jika sudah saatnya berpisah
Di hari itu
Ada kata yang belum terucap
Sampai tinggal nanti

Created by: Ismi

(Semoga tidak diasumsikan setelah membaca ini untuk kesiapa atau org tertentu. Tidak sedikit saya menulis bahkan untuk apa dan siapa yang belum saya kenal, bisa karena setelah menonton cerita tertentu, menyaksikannya langsung, atau membacanya) :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN - DARI MEREKA YANG BERPISAH

Dia mendengar dalam bingung Terlebih takut hadapi rasa bersalah Aku berkata dalam ego Dari banyak kecewa yang terpendam Dia dan aku, Berjalan bersama di sisi berbeda Tanpa menoleh satu sama lain Bersama namun sepi Apa yang di tunggu di sana Setiap langkahnya hanya bawa luka Tawa dahulu semakin tertinggal saja Dan kian merunduk menutupi duka Berapa lama lagi berjalan? Siapa yang mampu lagi? Sesungguhnya tidak ada Karena tanpa diduga Mungkin di sana hanya sebuah jalan buntu Mungkin di sana hanya jalan terputus ngarai Aku semakin sedih Dia semakin menyesal Tidak mudah berpisah Namun bukannya itu yang terbaik? Jalan yang sulit dipilih Tapi mungkin berpisahlah, jalan untuk saling menyelamatkan Created by : Ismi

SURAT 2025 (1) SURAT UNTUK SI PERTAMA

Cinta itu rumit Cinta bisa menghancurkan sehancur-hancurnya, medatangkan gelap gulita, membuat tidak bisa melihat jalan ke luar. Cinta juga bisa menghangatkan, seperti terang benderang yang menbutakan, hati yang bimbang akan benar dan salah, kebahagian yang bisa melupakan nurani. Cinta bisa menyembuhkan dan meracuni. Aku membaca kembali lembaran-lembaran tulisanku di tahun 2011 yang masih banyak tentangmu. Mungkin kamu bukan cinta. Kami si pertama untukku. Tidak lagi kuceritakan awal mulai, sudah banyak pada lembaran lain di lampau. Tapi kali ini, mengingatmu kembali seperti pada cerita-cerita sebelumnya. Sekali lagi ku tulis, "Apa kabar?"

CATATAN : DEWASANYA CINTA

Sulit pada kata, juga sulit bersikap Sulit menerka, bahkan lebih sulit memulai Dewasa cinta dalam insan yang masih rindu bunga Akhirnya berujung lamunan berandai-andai Hambar pada rasa, juga hilang asa Hambar pada jiwa, bahkan mungkin mati rasa Begitu? harapan yang pudar pada uap cermin yang masih memantulkan bayangan Berawal jadi nampak semu Sedih pada masa lalu, juga terbawa hingga kini Sedih saat ini, bahkan tidak lagi menangis Namun lebih pilu Hingga penantian bagai kawan dan musuh Dewasa cinta mungkin tak lagi tamak Tak lagi cerita cita berlimpah waktu Oh hanya dia..dan tetap dia Seperti lagu yang liriknya jatuh cinta Cinta yang bertemu dalam proses dewasa Bagaimana mekarnya? Bagaimana berakarnya? Masihkah banyak gugup dan cemas? Bagaimanapun, dewasa cinta... Jadilah hangat kasih yang menjaga Kekuatan untuk berjalan bersama Ketenangan saling melindungi Mendamaikan kita