Langsung ke konten utama

CATATAN - BETUL BETUL BELAJARLAH

Betul-betul Belajarlah (dari sakit)

Pergi saja setelahnya begitu
Jumpa wajah tidak
Bagaimana arti, hanya diam didapat
Hanya sudah jangan fikirkan yang lalu

Mudah, bagi siapa
Mungkin baginyapun tidak
Lalu terlebih bagaimana yang tertinggal

Kalimat begitu diingat
Saat jumpa terakhir itu
Sulit....harus ada yang dikorbankan
Mungkin secara tak langsung maksudnya
Baik..disepakati tergesa
Lalu siapa yang dengannya
Dalam jangka singkat
Salah? Bukan tentang itu...

Namun..setelahnya
Apa yang tetancap
Seperti itu bekasnya
Seperti itu saat dicabut paksa
Seperti rasanya..ada luka

Sembuh..itu doa, kelak pasti
Saat ini?? Belum..
Lukanya masih terasa
Seperti mawar saat dilihat
Durinya dan wanginya
Masih tertinggal
Kelopaknya, lekaslah mengering
Ingin melihat keindahannya lagi?
Masih..tapi belajarlah..
Betul-betul belajarlah


Kenapa harus teman pada dulunya
Jadi dua kali lipat saat kecewa
Lalu untuk apa...
Yang dilakukan
Ikhlaslanlah
Saat tidak ikhlas semakin sakit
Berserahlah
Bukankah hati juga titipan
Berserah hati pada Yang Menciptakan hati
Agar kehilangan tidak ada lagi
Semakin terisi atau terganti
Rasa syukur
Kasih Maha Pelindung
Yang Maha Penolong dan Menyembuhkan
Serahkan..ikhlaskan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CATATAN - DARI MEREKA YANG BERPISAH

Dia mendengar dalam bingung Terlebih takut hadapi rasa bersalah Aku berkata dalam ego Dari banyak kecewa yang terpendam Dia dan aku, Berjalan bersama di sisi berbeda Tanpa menoleh satu sama lain Bersama namun sepi Apa yang di tunggu di sana Setiap langkahnya hanya bawa luka Tawa dahulu semakin tertinggal saja Dan kian merunduk menutupi duka Berapa lama lagi berjalan? Siapa yang mampu lagi? Sesungguhnya tidak ada Karena tanpa diduga Mungkin di sana hanya sebuah jalan buntu Mungkin di sana hanya jalan terputus ngarai Aku semakin sedih Dia semakin menyesal Tidak mudah berpisah Namun bukannya itu yang terbaik? Jalan yang sulit dipilih Tapi mungkin berpisahlah, jalan untuk saling menyelamatkan Created by : Ismi

SURAT 2025 (1) SURAT UNTUK SI PERTAMA

Cinta itu rumit Cinta bisa menghancurkan sehancur-hancurnya, medatangkan gelap gulita, membuat tidak bisa melihat jalan ke luar. Cinta juga bisa menghangatkan, seperti terang benderang yang menbutakan, hati yang bimbang akan benar dan salah, kebahagian yang bisa melupakan nurani. Cinta bisa menyembuhkan dan meracuni. Aku membaca kembali lembaran-lembaran tulisanku di tahun 2011 yang masih banyak tentangmu. Mungkin kamu bukan cinta. Kami si pertama untukku. Tidak lagi kuceritakan awal mulai, sudah banyak pada lembaran lain di lampau. Tapi kali ini, mengingatmu kembali seperti pada cerita-cerita sebelumnya. Sekali lagi ku tulis, "Apa kabar?"

CATATAN : DEWASANYA CINTA

Sulit pada kata, juga sulit bersikap Sulit menerka, bahkan lebih sulit memulai Dewasa cinta dalam insan yang masih rindu bunga Akhirnya berujung lamunan berandai-andai Hambar pada rasa, juga hilang asa Hambar pada jiwa, bahkan mungkin mati rasa Begitu? harapan yang pudar pada uap cermin yang masih memantulkan bayangan Berawal jadi nampak semu Sedih pada masa lalu, juga terbawa hingga kini Sedih saat ini, bahkan tidak lagi menangis Namun lebih pilu Hingga penantian bagai kawan dan musuh Dewasa cinta mungkin tak lagi tamak Tak lagi cerita cita berlimpah waktu Oh hanya dia..dan tetap dia Seperti lagu yang liriknya jatuh cinta Cinta yang bertemu dalam proses dewasa Bagaimana mekarnya? Bagaimana berakarnya? Masihkah banyak gugup dan cemas? Bagaimanapun, dewasa cinta... Jadilah hangat kasih yang menjaga Kekuatan untuk berjalan bersama Ketenangan saling melindungi Mendamaikan kita