Dalam pandangan mana kau tatap ketulusan? Sang surya mulai tenggelam, Namun binarmu tetap menyilaukan. Seteguk yang masuk hangat hati Tidak berlebih tidak kekurangan. Walau kamu adalah dua sisi, Aku sudah melihat keduanya. Bukankah kakimu juga berat pergi? Karena perjumpaan yang masih bagai kemarin. Seperti halnya cahaya kerlip yang nampak. Melihat dari pundak sampingmu Aku berpikir, bagaimana bisa? Aku menyerah pada sebuah ketulusan Yang telah datang untukku. Walau suara lonceng memeka telinga Suaramu mampu meredam keruh Di antara pendatang yang semu Kamu hadir jadi penetap Aku disini, biarkan Jangan kau merasa berat, karena aku disini, seperti kamu berada Berada untukku Juga menetap di hatimu Created by: Ismi Inspired Bukti
Menulis cerita & catatan di waktu luang