Langsung ke konten utama

Postingan

CATATAN - HATI YANG JUJUR

Terkadang kata tidak perlu terdengar naif Atau sering diam juga bukan sahaja Tatapan mengecilkan hati merendahkan Orang bijak berkata Di atas langit masih ada langit Tidak perlu sesuatu yang mewah Apa masih terdengar naif? Naluri memang ada Fana tetaplah fana Tidak ada keabadian Pada suatu yang fana Keabadian ada setelah sementara menghilang Tapi ada hal yang tetap jujur Tidak bisa dibohongi Sebuah tempat yang mampu mencari Mampu menggerakkan mimpi Memercik asa dan harap Dari sana keindahan berasal Namun juga ada ketakutan Namun bisa juga timbul keliru Tapi tetaplah ada kejujuran Walau pikiran juga mengubah Di sana tetap bersikeras Walau banyak ditutupi Bahagia tetap bahagia Sedih tetap sedih Biarpun nyata bertolak belakang Itu hanya di pandangan Itu hanya di pikiran Tapi di hati semua jujur adanya Created by: Ismi

CATATAN - STASIUN KECIL

Batu-batu basah sehabis hujan Seorang menunggu pada stasiun kecil Biarkan awan menemaninya menunggu Di balik abu cahaya bersembunyi Berdiri menatap ujung rel kereta api Mungkin sudah masuk musim penghujan Waktu yang dijanjikan datang Percaya atau tidak Kemungkinan kecil bisa berdampak besar Walau hanya sedikit asa yang ada Jika menyerah dan ragu Mungkin tidak akan tau Jadi tetap di sana menunggu Apa janji terpenuhi atau tidak? Pada suara rendah bagai siulan Siapa yang akan datang Dia yang sudah berjanji atau bukan Biar keyakinan bertemu jawab Benar atau tidak Iya atau bukan Biar keyakinan bertemu jawab Agar hilang keragu-raguan Created by : Ismi Inspired of To Be With You

CATATAN - NAMA SESEORANG

Bisakah yang dituju hanya jalan lurus Tanpa banyak cabang membingungkan Putar balik saja atau berbelok? Lupakan mengejar laju yang semakin jauh Atau menepi dan berhenti saja Tapi kenapa sukar sekali? Tidak baik begini Terutama bagi diri sendiri Ada sajak penulis di tepi sungai Memiliki nama seseorang Yang dapat dipanggil secara diam-diam Adalah kebahagiaan Memiliki nama seseorang Itu menyenangkan tapi juga menyedihkan Memiliki nama seseorang Memang menyenangkan tapi juga sepi Begitu yang tertulis Terlalu lama mata ini mengarah di satu saja Tidak disangka akan selama itu Jika berteman tidak akan putus Jadi harus seperti itu saja Tapi bagaimana jadinya? Yang lain bilang jika tidak diberikan Jika tidak disampaikan Jika terus dipendam Atau tanpa ada usaha Itu bukan. Terlalu lama ini dibiarkan Seharusnya dulu tidak dibiarkan Mengambil semua yang diberikan Hingga terus tumbuh Jadi cukup kali ini akan ku sampaikan Inspired of Let's Eat 3

CATATAN - BERAKHIR

Aku tau kelabu ini sulit hilang Di jalan yang aku dan kamu lalui Nyatanya tidak pernah ada kata kita Sepertinya perjalanan ini menuju gelap Dan meninggalkan terang Betul semua ini hanya saling menyakiti Sama-sama banyak menahan Kamu tidak tau, berapa kali aku benci air mata ini Aku juga tidak tau Kecamuk apa yang ada di dirimu Mencoba tetap melangkah Hanya akan semakin jauh Saat itu... Aku harap ada celah rasa itu masih ada Kamu harap tidak melukaiku lagi Padahal apapun itu Sama-sama melukai Aku tidak terima Kamu jadi sulit menjelaskan Tidak pernah benar-benar ada penjelasan Baik itu aku atau kamu Di masa lalu Sebenarnya sama juga Pernah berkali-kali aku ingin akhiri ini Aku tidak bisa Benar-benar melelahkan Seperti ada perang dengan diri sendiri Tapi kala itu aku takut Apa bisa? Kata-kata yang tidak kudengar dulu Sepertinya memang tidak perlu ku tahu Apapun itu.. Kesulitan juga kan? Jadi aku sudah melewati harinya Aku tau.. Di waktu matahari te...

CATATAN - RAIH TANGANKU SEBELUM NADA LAINNYA

Ada yang ingin ingin ingin sekali Aku lakukan... Seperti permen besar di antara berjuta Seperti awan yang kulihat Bagai kembang gula Seperti itu tentang apa yang kuingin ini Kala kita sampai di pantai Deburan ombak jadi intro tak tertandingi Angin melakukan harmonisasi Telapak kaki menyapa pasir Bertelanjang kaki di bawah langit Raihlah tanganku sebelum nada lainnya Kita berdansa tanpa ketuk instruksi Hanya berdansa ikuti hati Kala kita sampai di suatu bukit Fajar terbitkan bauran sinar bagi diri Atas helaian daun masih basah Bahkan bulan belum ucapkan salam jumpa Kicauan burung jadi lagu pembuka Raihlah tanganku sebelum nada lainnya Kita berdansa tanpa dasi jas dan gaun Hanya berdansa apa adanya Kala kita ada di lapang yang hijau Tak ada selain gunung dan pepohonan Layang-layang lebih indah dari lampu kristal Senda gurau bocah jadi musik canda Raihlah tanganku sebelum nada lainnya Kita berdansa tanpa hias mengkilau Kita berdansa temani matahari di sana ...

CATATAN - ALAMI INI TITIPAN

Harta hijau curi jatuh hatiku Salam kearifan pada jejak di tanah Salam kepatuhan pada Sang Pencipta alam Penuhi ronggamu dengan udara syukur Di ujung kedua mata kami tahan tangis Dalam dua rasa syukur & prihatin Dingin memekik kulit bukan nurani Hangat karena saling bersatu padu Ada asa ada doa ada sentuh pembuktian Di mana raga ditunggu alam untuk jadi sahabat Di ufuk negeri mustahil kami tak bangga Kala kami dapat tunduk pada Pemiliknya Agar menjaga tangan dan pikiran yang mudah berbuat lalai Kabut dan awan bercengkrama Menyapa di hari kami buka mata Bangunkan juga hatimu di sana Alam ini juga titipan Semuanya akan dikembalikan Apa milik kita? Selain perbuatan bersahaja Yang lainnya justru menjerumuskan Alam ini juga titipan Kelak sulit membayangkan Sekarang sudah bersyukurkah? Kedua mata masih melihat indahnya Hati masih rasakan damainya Indra perasa masih sentuh daun dan bunga Datang atau kembalilah Bukan untuk mengambil banyak Tapi juga memb...

CATATAN - BERBAGI WAKTU BERHARGA

Terkadang aku terlalu dengar banyak Terkadang aku juga terlalu diam Terkadang hembusan nafasku panjang Terkadang dadaku terasa sesak Wajah asing, wajah yang ingin kuasingkan Ya seperti itu aku di antara mereka Aku juga bisa banyak bicara Melewati detik dengan penuh bahasan Orang-orang ini bisa buatku nyaman Dan..ada langit malam jadi terlalu gelap Ada jalan panjang berpenerang Namun terlihat sunyi Di bawah cahaya putih yang masih ada Aku teringat jalan pulang Kenapa? Kaki ini berat berdiam diri Mereka yang buat asing Orang yang membuat nyaman Tidak ada di sana Menunggu untuk sejenak Yang membuatku teringat kedipan Langkah kaki dan suara memanggil Mengajakku untuk pulang bersama Dua di antara kursi di kendaraan Dia menanyakan tentang hari ini Aku kembali bicara Aku kembali ingat Ada harapan, ada kekuatan Dia mempertahankan Dia dipertahankan Celah jari kami terisi Dan di hari seperti itu Senyumku kembali Sesaat dia datang Kami..berbagi waktu berharga ...